Sektor peternakan sapi merupakan pilar strategis ekonomi pedesaan Kabupaten Ngawi. Namun, populasi ternak yang terus meningkat belum diimbangi sistem pengelolaan limbah yang memadai. Kotoran sapi yang dibiarkan menumpuk secara terbuka mencemari tanah, air, dan udara, serta melepaskan gas metana (CH₄) dengan potensi pemanasan global 25–28 kali lebih besar dari CO₂. Di sisi lain, masyarakat dihadapkan pada tantangan ketergantungan energi fosil dan tingginya biaya LPG. Padahal, instalasi biogas kapasitas 10 m³ yang memanfaatkan 100 kg kotoran sapi/hari mampu memenuhi kebutuhan memasak untuk 3 rumah tangga. Rendahnya teknologi dan sarana di tingkat peternak rakyat memerlukan solusi konkret. Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Lingkungan Hidup menginisiasi inovasi GEMILANG untuk mengonversi kotoran sapi menjadi biogas energi bersih dan pupuk organik (bio-slurry).

Inovasi GEMILANG menjawab 5 isu strategis daerah (lingkungan hidup, berkelanjutan, ketahanan energi, pemberdayaan ekonomi, dan SDGs). Implementasi dilakukan melalui 9 Tahapan Strategis:
- Identifikasi & Pemetaan: Pendataan peternak dan potensi limbah.
- Analisis Kelayakan: Penilaian lokasi, lahan, dan kebutuhan energi.
- Sosialisasi: Edukasi manfaat biogas dan keselamatan.
- Pelatihan Teknis: Pelatihan pengoperasian digester & bio-slurry.
- Pembangunan Instalasi: Konstruksi digester dan kompor biogas.
- Operasional: Pengisian harian limbah menjadi energi.
- Pendampingan: Monitoring rutin dan solusi teknis DLH.
- Monev Berkelanjutan: Evaluasi produksi gas dan penghematan.
- Replikasi: Pengembangan desa mandiri energi.
Penerapan inovasi GEMILANG membawa dampak signifikan bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Ngawi:
- Penurunan Pencemaran: Menurunkan beban pencemaran tanah, air, dan udara hingga 70–80% di area peternak sasaran.
- Mitigasi Iklim: Mereduksi emisi gas metana (CH₄) sebesar 40–50% secara langsung dari sumber limbah.
- Efisiensi Biaya Energi: Menghemat pengeluaran belanja energi/LPG rumah tangga peternak sebesar 30–40% per bulan.
- Pertanian Organik: Menghasilkan bio-slurry kaya NPK untuk menyuburkan lahan dan mengurangi pupuk kimia.
Inovasi GEMILANG berhasil mengubah paradigma pengelolaan limbah peternakan dari “buang dan biarkan” menjadi “kelola dan manfaatkan”. Melalui teknologi biogas dan kolaborasi masyarakat, GEMILANG mewujudkan desa mandiri energi, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta mendukung pembangunan rendah karbon di Kabupaten Ngawi.