NGAWI – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi mengikuti kegiatan Sosialisasi Policy Innovation Competition (POIN) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (28/7/2026).
Keikutsertaan Bappeda Kabupaten Ngawi dalam sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis bukti (evidence-based policy) serta menjaring gagasan inovatif yang dapat diterapkan di tingkat daerah maupun provinsi.

Ajang POIN 2026 kembali hadir sebagai bentuk apresiasi tinggi bagi para inovator yang berhasil menciptakan terobosan dalam perumusan kebijakan publik. Melalui kompetisi ini, para peserta diharapkan mampu melahirkan karya nyata yang solutif, adaptif, serta memberikan dampak positif yang luas bagi peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pemaparannya, pihak BRIDA Jatim menjelaskan bahwa tahapan pendaftaran POIN 2026 resmi dibuka mulai 28 Agustus hingga 27 September 2026. Tahapan seleksi administrasi dan substansi akan berlangsung paralel pada 1 hingga 18 September 2026 untuk menilai kesesuaian dokumen serta bobot kebaruan inovasi yang diajukan.
Selanjutnya, pengumuman peserta yang berhasil menembus kategori Top 15—baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota—dijadwalkan pada 25 September 2026. Para finalis Top 15 tersebut nantinya akan memaparkan gagasannya secara langsung di hadapan dewan juri pada tahapan Presentasi yang digelar pada 6–7 Oktober 2026.

Rangkaian kompetisi bergengsi ini akan memasuki tahap akhir pada pengumuman hasil seleksi pada 20 Oktober 2026, yang kemudian disusul dengan Puncak Penganugerahan POIN 2026 pada bulan Oktober.
Melalui keikutsertaan dalam sosialisasi ini, Bappeda Kabupaten Ngawi berkomitmen untuk terus mendorong dan memfasilitasi keterlibatan para aparatur maupun pegiat inovasi di daerah agar dapat berpartisipasi aktif serta bersaing secara optimal pada gelaran POIN 2026.
