Kabupaten Ngawi kembali menghadirkan terobosan dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui inovasi Kartonyono Nyambung Janji (Makaryo Noto Pengayom Ekonomi). Program yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ini resmi diimplementasikan sejak Januari 2023 dengan dukungan penuh dari Bupati Ngawi dan BPJS Ketenagakerjaan.
Inovasi ini lahir dari permasalahan rendahnya cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di sektor informal dan desa. Dari total 481.671 penduduk bekerja di Ngawi, baru 20,61% atau 99.263 orang yang terlindungi. Kondisi semakin berat ketika pencari nafkah meninggal dunia, sebab ahli waris kerap mengalami penurunan ekonomi drastis. Melalui Kartonyono Nyambung Janji, pemerintah hadir untuk menyambung cita-cita almarhum dengan memberikan beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi, pelatihan usaha, serta akses permodalan bagi ahli waris.
Program ini memiliki keunggulan dengan pendekatan holistik, mulai dari integrasi data peserta desa, pendampingan terstruktur, hingga pemanfaatan jejaring UMKM dan BUMDes. Tidak hanya santunan, tetapi juga pemberdayaan berkelanjutan agar ahli waris mampu mandiri secara ekonomi. Bahkan, inovasi ini telah direplikasi di beberapa daerah lain seperti Trenggalek, Bangkalan, dan Jombang.
Dengan adanya Kartonyono Nyambung Janji, Pemerintah Kabupaten Ngawi optimistis dapat menekan angka kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan capaian Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Program ini juga memperkuat ekosistem desa sebagai pusat pemberdayaan ekonomi, sejalan dengan visi Jawa Timur 2025–2045.