Inspektorat Kabupaten Ngawi menyambut positif hadirnya inovasi ZOSS (Zona Selamat Sekolah) yang digagas oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi sebagai bagian dari komitmen perlindungan pelajar. Program ini merupakan bentuk rekayasa lalu lintas strategis di sekitar kawasan sekolah, dengan menghadirkan marka jalan, zebra cross, rambu kecepatan, hingga pita pengganggu. ZOSS bertujuan menciptakan zona kecepatan rendah agar anak-anak dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman di lingkungan sekolah, terutama pada jam berangkat dan pulang.
Hasil kajian dari Rute Aman Selamat Sekolah (RASS) menunjukkan bahwa kecepatan kendaraan di sekitar sekolah masih tergolong tinggi. Beberapa ruas jalan utama seperti Jl. Yos Sudarso, PB. Sudirman, Ronggo Warsito, dan Basuki Rachmat menjadi titik rawan karena lalu lintas padat dan keberadaan sekolah-sekolah di sekitarnya. Implementasi ZOSS tidak hanya bertujuan menciptakan rute aman bagi pejalan kaki, tetapi juga mendorong budaya transportasi aktif seperti berjalan kaki atau bersepeda, sekaligus menumbuhkan kesadaran para pengendara untuk lebih memperhatikan keselamatan anak-anak.
Program ini juga merujuk pada praktik baik dari daerah lain, seperti Kabupaten Magelang dan Kota Lamongan, yang telah lebih dulu menerapkan ZOSS dengan hasil signifikan dalam menekan angka kecelakaan pelajar. Keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi untuk mengadopsi pendekatan serupa dengan sentuhan lokal, mulai dari penataan infrastruktur hingga keterlibatan lintas sektor—Dishub, Satpol-PP, Satlantas, sekolah, dan masyarakat. Sinergi inilah yang membuat ZOSS lebih dari sekadar proyek fisik, tapi juga gerakan kolektif demi keselamatan generasi muda.
Didukung penuh oleh Bappeda Kabupaten Ngawi, implementasi ZOSS akan terus diperluas ke lebih banyak sekolah dan ruas jalan. Sosialisasi dan edukasi kepada pelajar, guru, serta orang tua akan menjadi bagian penting dalam keberhasilan program ini. ZOSS bukan hanya zona aman secara fisik, tetapi juga representasi komitmen pemerintah dan masyarakat dalam membangun sistem transportasi lokal yang ramah anak, tertib, dan berkelanjutan.