BURSA: Kecamatan Bringin Dorong Ekonomi Desa Lewat BUMDes Bersama

Kecamatan Bringin kembali mencuri perhatian dengan inovasi yang membawa semangat baru bagi warganya. Melalui program BURSA (Pemberdayaan Masyarakat melalui BUMDes Bersama Pondok Jaya Sentosa), wilayah ini berhasil menggerakkan roda perekonomian desa dengan cara yang kreatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Program ini tidak sekadar menambah peluang usaha, tetapi juga membangun rasa percaya diri warga untuk mengelola potensi yang mereka miliki.

Lahir dari keprihatinan terhadap potensi lokal yang belum tergarap maksimal, BURSA hadir sebagai solusi nyata. Selama ini, banyak warga Bringin yang memiliki keterampilan dan sumber daya alam yang melimpah, namun belum adanya akses permodalan, pemasaran, atau pendampingan usaha. Melalui BUMDes bersama Pondok Jaya Sentosa, semua unsur dapat dipadukan. Warga mendapatkan pelatihan, dukungan manajemen, strategi pemasaran, sehingga usaha yang dijalankan lebih terarah dan memiliki daya saing.

Produk yang dikembangkan pun beragam, mulai dari hasil pertanian, olahan pangan, kerajinan tangan, hingga layanan jasa yang dibutuhkan masyarakat sekitar. Sudah ada  beberapa produk mulai dikenal di pasar lokal, seperti beras organik, keripik singkong, dan kerajinan tangan dari anyaman bambu khas Bringin. Bahkan, ada produk yang mulai dipasarkan secara daring melalui media sosial dan marketplace, sehingga jangkauannya tidak hanya sebatas wilayah Ngawi saja. Keberagaman produk ini menjadi bukti bahwa potensi desa bisa dioptimalkan jika dikelola secara profesional dan berkesinambungan.

Program BURSA juga memberikan dampak baik yaitu terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Warga yang sebelumnya hanya mengandalkan pekerjaan musiman, kini memiliki sumber penghasilan tambahan yang lebih stabil. Anak muda pun mulai terlibat, khususnya dalam hal pemasaran digital dan inovasi produk. Keterlibatan generasi muda ini memberi warna baru, karena ide-ide segar yang diciptakan dapat membantu produk desa bersaing di era modern.

Camat Bringin menuturkan bahwa keberhasilan BURSA tidak lepas dari dukungan dan partisipasi warga. “BURSA ini bukan hanya soal usaha, tapi juga soal rasa kebersamaan. Semua orang punya peran, mulai dari perencanaan sampai produk mereka berhasil menembus pasar,” ujarnya. Pemerintah daerah pun melihat BURSA sebagai contoh pemberdayaan berbasis desa yang efektif dan layak dijadikan inspirasi bagi kecamatan lain.

Ke depannya, program ini direncanakan akan semakin berkembang. Strategi pemasaran digital pun akan diperkuat, termasuk pelatihan pembuatan konten kreatif untuk mempromosikan produk unggulan desa, tidak hanya itu kerja sama dengan desa-desa lain akan dibangun untuk memperluas jejaring BUMDes dan menciptakan peluang usaha bersama. Pemerintah kecamatan juga berencana mengadakan pameran rutin sebagai ajang promosi dan pertukaran ide antar pelaku usaha desa. Bermodalkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Bringin, BURSA diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing tinggi. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin Bringin akan dikenal sebagai pusat inovasi ekonomi kreatif desa di Kabupaten Ngawi, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan masyarakat bisa dimulai dari desa sendiri.

Scroll to Top