Lawan Diabetes dengan Sentuhan Digital, RSUD dr. Soeroto Hadirkan Lantas EGO-DM

Diabetes Mellitus (DM) kian menjadi ancaman serius bagi masyarakat Ngawi. Data RSUD dr. Soeroto menunjukkan lonjakan signifikan yakni kunjungan rawat jalan pasien DM meningkat dari 9.581 pada tahun 2022 menjadi 10.688 pada 2023, sementara kasus rawat inap bertambah dari 879 menjadi 1.150 pasien. Angka ini menegaskan bahwa diabetes bukan sekadar penyakit kronis, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi. Menjawab tantangan tersebut, Instalasi Gizi RSUD dr. Soeroto meluncurkan inovasi Lantas EGO-DM (Pelayanan Konsultasi dan Edukasi Gizi Online – Diabetes Mellitus), sebuah layanan digital yang mendampingi pasien secara berkelanjutan dalam mengelola kesehatannya.

Lantas EGO-DM hadir untuk menjembatani keterbatasan sistem konvensional yang hanya mengandalkan tatap muka di rumah sakit. Pasien kerap kebingungan mengatur pola makan, olahraga, dan terapi setelah pulang dari perawatan. Melalui inovasi ini, layanan kesehatan tersedia kapan saja melalui smartphone. Pasien dapat mengikuti edukasi gizi online, melakukan konsultasi langsung dengan ahli gizi via grup WhatsApp, hingga berpartisipasi dalam senam diabetes rutin bersama dokter, perawat, dan organisasi PERSADIA. Model ini menghadirkan layanan yang lebih dekat, interaktif, serta memberi ruang kontrol mandiri bagi pasien tanpa harus sering kembali ke rumah sakit.

Direktur RSUD dr. Soeroto menegaskan bahwa inovasi ini lahir dari keseriusan menghadapi peningkatan kasus diabetes,“Kami tidak ingin pasien hanya merasa diperhatikan saat di rumah sakit. Melalui Lantas EGO-DM, mereka mendapat pendampingan berkelanjutan, bahkan dari rumah. Ini ikhtiar kami untuk menjaga kualitas hidup pasien dan mencegah komplikasi yang lebih berat,” ujarnya. Pendekatan digital ini juga menjadi bukti bahwa rumah sakit mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas tenaga kesehatan dan komunitas agar penanganan DM lebih terpadu.

Sejak diimplementasikan pada Mei 2024, Lantas EGO-DM membawa dampak positif. Pasien merasa lebih percaya diri dalam mengatur pola hidup, literasi kesehatan meningkat, serta risiko komplikasi bisa ditekan. Bagi rumah sakit, program ini memperkuat kedekatan pelayanan dengan masyarakat, sementara pemerintah daerah terbantu dalam agenda pencegahan dan promosi kesehatan. Inovasi ini bahkan sudah mulai direplikasi di daerah lain seperti Kota Madiun, menunjukkan bahwa langkah RSUD dr. Soeroto bisa menjadi inspirasi nasional. Berkat Lantas EGO-DM, Kabupaten Ngawi menegaskan diri sebagai pelopor layanan kesehatan berbasis teknologi untuk menghadapi tantangan diabetes yang terus meningkat.

Scroll to Top