Ngawi – Cara unik dilakukan Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, untuk membantu warganya yang kurang mampu sekaligus mendukung program pencegahan stunting. Sejak akhir Desember 2023, pemerintah kecamatan bersama aparatur sipil negara (ASN) setempat menggagas inovasi JUMADI TERSENYUM (Jum’at Dinihari Tersedia Sayur Mayur Gratis untuk Umum).
Program ini dijalankan setiap hari Jumat pukul 07.00–08.30 WIB di halaman kantor Kecamatan Padas. Melalui sistem kupon, masyarakat sekitar maupun warga yang melintas bisa mendapatkan paket berisi sayuran dan lauk pauk bergizi. Rata-rata, terkumpul sedikitnya 80 paket setiap pekan, hasil swadaya ASN yang menyisihkan rezekinya secara ikhlas.
Camat Padas menjelaskan, JUMADI TERSENYUM lahir dari semangat berbagi dan kepedulian ASN terhadap permasalahan gizi buruk di wilayahnya. “Selain sedekah di hari Jumat yang penuh berkah, kami ingin memberikan kontribusi nyata untuk mengurangi stunting dan meringankan beban ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya ASN yang menyumbang bahan pangan, pegawai yang tidak bisa berpartisipasi dengan materi ikut membantu membungkus dan membagikan paket. Kegiatan ini juga bersamaan dengan krida olahraga ASN tiap Jumat, sehingga sekaligus menjadi ajang penyegaran dan kebersamaan.
Dukungan terhadap inovasi ini semakin kuat setelah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Ngawi Nomor 100.3.3.2/672/404.101.2/B/2024 tentang Penetapan Satuan Inovasi Daerah Tahun 2024. Bahkan, program ini sudah mulai direplikasi di daerah lain seperti Trenggalek, Bangkalan, dan Magetan.
Manfaatnya langsung terasa. Selain masyarakat bisa memenuhi kebutuhan konsumsi sehari tanpa biaya, tingkat partisipasi warga semakin tinggi, dan angka stunting perlahan menurun. Hasil evaluasi juga menunjukkan kepuasan masyarakat yang signifikan terhadap program ini.
Dengan cakupan penerima manfaat hingga 500 orang per pekan, JUMADI TERSENYUM menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana berbasis gotong royong mampu berdampak besar. Kecamatan Padas berharap program ini terus berkelanjutan, menjadi inspirasi, dan semakin banyak daerah yang meniru untuk bersama-sama mengangkat warga yang kurang beruntung.