“OBSESI”: Forum Inovatif dari Kecamatan Pangkur untuk Mewujudkan Birokrasi Berkelas

Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, menghadirkan inovasi bernama OBSESI (Obrolan Seputar Tupoksi) sebagai solusi untuk memperkuat profesionalisme dan integritas birokrasi di tingkat kecamatan dan desa. Inovasi ini muncul dari kebutuhan akan forum diskusi yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menyamakan pemahaman tugas pokok dan fungsi (tupoksi) antar perangkat, serta menumbuhkan budaya kerja yang profesional, netral, bebas dari praktik KKN, dan berorientasi pada pelayanan publik yang optimal. OBSESI dibangun atas dasar nilai ASN dan kode etik, menjadi ruang strategis yang menjembatani komunikasi birokrasi yang sehat dan efektif.

Langkah pelaksanaan OBSESI dimulai dari pembentukan tim pelaksana yang terdiri dari unsur pimpinan kecamatan dan perwakilan desa. Tim ini bertugas merancang kegiatan, mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, serta menentukan format diskusi yang adaptif terhadap persoalan riil di lapangan. Kegiatan ini dijadwalkan secara berkala, baik mingguan maupun bulanan, untuk memastikan kesinambungan dan konsistensi program. Dengan pola ini, OBSESI menjadi forum yang tidak hanya solutif, tetapi juga edukatif bagi seluruh peserta dalam meningkatkan kinerja birokrasi.

Dampak langsung dari implementasi OBSESI cukup signifikan. Forum diskusi ini membuka ruang partisipatif antar perangkat desa dan kecamatan dalam memahami tupoksi masing-masing secara lebih jelas, mengurangi tumpang tindih kewenangan, dan menyelaraskan tindakan administratif. Diskusi yang berlangsung secara terbuka dan konstruktif juga meningkatkan kemampuan peserta dalam menghadapi dinamika pemerintahan dengan pendekatan sistematis dan kolaboratif. OBSESI menjadi titik temu antara pemahaman dan tindakan nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Sebagai hasil akhir, inovasi OBSESI berkontribusi nyata dalam menciptakan pelayanan publik yang efisien, harmonis, dan berintegritas. Suasana kerja yang terbentuk menjadi lebih terbuka dan inovatif, di mana perangkat merasa dilibatkan secara aktif dalam setiap proses perbaikan. Bappeda Kabupaten Ngawi sebagai motor penggerak inovasi daerah turut mendorong replikasi program ini ke wilayah lain. OBSESI bukan sekadar forum diskusi, melainkan langkah konkret menuju birokrasi yang lebih unggul dan dipercaya masyarakat.

Scroll to Top