Kecamatan Kasreman di Kabupaten Ngawi menghadirkan inovasi manis dan manusiawi bernama PELEKATSEHATI (Pelayanan Singkat Sepenuh Hati), yang menyulap proses administrasi kependudukan menjadi lebih praktis, cepat, dan penuh empati. Cukup lewat aplikasi WhatsApp, warga bisa mengajukan permohonan dokumen tanpa harus datang dan antre di kantor kecamatan. Operator akan memproses, mengkonfirmasi, lalu menghubungi warga untuk pengambilan dokumen. Mudah, hemat waktu, dan tentu saja—dengan pelayanan sepenuh hati.
Di balik kesederhanaannya, PELEKATSEHATI bukan sekadar ide dadakan. Inovasi ini digarap serius dengan pendampingan dari Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Kabupaten Ngawi. Litbang turut menyusun alur layanan, menyiapkan strategi teknis, hingga memastikan setiap langkah terkoordinasi dengan baik. Kolaborasi ini membuktikan bahwa inovasi birokrasi tidak harus rumit—cukup relevan, responsif, dan dikerjakan bersama-sama.
Efek dari layanan ini sangat terasa oleh masyarakat. Tidak hanya dari segi efisiensi waktu dan biaya, tapi juga rasa nyaman dan percaya yang tumbuh berkat pendekatan pelayanan yang cepat tanggap dan tanpa basa-basi. Lewat WhatsApp saja, proses administrasi jadi lebih bersahabat. Masyarakat merasa dilayani, bukan sekadar diproses. Pelayanan pun tak hanya singkat, tapi benar-benar melekat di hati.
Ke depan, PELEKATSEHATI berpotensi menjadi ikon pelayanan publik digital berbasis empati. Dengan dukungan teknis dari Litbang Bappeda, Kecamatan Kasreman menunjukkan bahwa transformasi digital bisa tetap menyentuh sisi manusiawi. Inovasi ini bisa menjadi inspirasi bagi kecamatan lain di Ngawi, bahkan lebih luas lagi. Karena sejatinya, birokrasi yang baik bukan hanya soal kecepatan, tapi juga keramahan, kepercayaan, dan kehangatan dalam melayani.