Ngawi, 21 Agustus 2025 — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Prevalence of Undernourishment (PoU) Series ke-3 yang membahas penghitungan PoU pada level kecamatan dan desa serta pemanfaatannya. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari workshop sebelumnya yang fokus pada perhitungan PoU hingga tingkat provinsi dan kabupaten.
Dalam forum ini, peserta mendapatkan pemaparan terkait prosedur penghitungan PoU yang memanfaatkan berbagai sumber data, di antaranya SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional), Pendataan Keluarga (PK), serta data pendukung lainnya seperti Riskesdas dan Crude Birth Rate (CBR). SUSENAS digunakan untuk memperoleh informasi konsumsi kalori dan distribusi energi rumah tangga, sementara PK menyediakan cakupan data sosial-ekonomi hingga tingkat desa. Namun, masing-masing memiliki keterbatasan; SUSENAS hanya representatif sampai tingkat kabupaten, sedangkan PK tidak memuat informasi konsumsi kalori.
Untuk menjembatani keterbatasan tersebut, digunakan pendekatan SAE Projection (Small Area Estimation), yaitu metode penggabungan data konsumsi kalori dari SUSENAS dengan data mikro PK hingga level desa. Melalui pemodelan statistik, SAE memprediksi tingkat konsumsi kalori berdasarkan variabel sosial-ekonomi, sehingga memungkinkan estimasi PoU lebih akurat pada tingkat kecamatan dan desa.
Data PoU pada level kecil ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai dasar kebijakan untuk merancang program intervensi ketahanan pangan, menargetkan kelompok dan wilayah rentan, serta mengoptimalkan distribusi bantuan sosial dan gizi. Dengan adanya pemetaan PoU hingga tingkat desa, diharapkan pemerintah daerah dapat lebih tepat sasaran dalam menurunkan angka kekurangan gizi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.