Puskesmas Kwadungan di Kabupaten Ngawi meluncurkan inovasi kesehatan jiwa dengan nama unik “Ngasih Gaji Mertua.” Program ini hadir sebagai jawaban atas rendahnya Indeks Keluarga Sehat (IKS) di Kecamatan Kwadungan. Fokus utamanya adalah pengobatan dan perawatan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Program ini dirancang dengan pendekatan yang lebih manusiawi, kolaboratif, dan berbasis masyarakat. Harapannya, inovasi ini mampu mengurangi stigma, memperkuat dukungan keluarga, sekaligus meningkatkan kualitas hidup penyintas gangguan jiwa.
Program ini mengusung konsep sinergi lintas sektor dan profesi. Tenaga kesehatan, perangkat desa, kader, dan masyarakat bekerja sama dalam kegiatan yang saling terhubung. Bentuknya beragam, mulai dari pelacakan dini kasus ODGJ, pembinaan keluarga, hingga penyuluhan kepada masyarakat. Selain itu, pendekatan sosial mendorong keluarga agar tidak merasa sendiri ketika merawat anggota dengan gangguan jiwa. Dengan dukungan konsisten, proses pemulihan ODGJ bisa berjalan lebih baik, sementara risiko kekambuhan dapat ditekan.
Salah satu kegiatan unggulan dari inovasi ini adalah Posyandu Jiwa “Mantab Saras.” Kegiatan tersebut rutin digelar setiap tiga bulan di Desa Purwosari. Peserta mengikuti senam peregangan, pemeriksaan kesehatan, serta konseling efek samping obat. Tidak hanya itu, tenaga kesehatan juga memberikan pelatihan keterampilan agar ODGJ merasa lebih percaya diri. Untuk menambah semangat, panitia menyiapkan hadiah dorprize. Bahkan, staf Puskesmas menyalurkan bantuan sembako melalui program “Entas Sarung”, hasil dari donasi Jumat berkah.
Keunikan “Ngasih Gaji Mertua” terletak pada pendekatan holistik dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya menekankan aspek medis, tetapi juga memberdayakan keluarga serta meningkatkan empati masyarakat. Dengan demikian, dukungan terhadap ODGJ menjadi lebih utuh, baik dari segi kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Pendekatan berbasis komunitas ini membuktikan bahwa inovasi sederhana bisa memberi dampak besar. Pada akhirnya, Puskesmas Kwadungan berharap program ini menginspirasi daerah lain untuk mengembangkan langkah serupa demi terciptanya masyarakat yang inklusif, peduli, dan sehat secara mental maupun fisik.