SMPN 2 Kendal, Ngawi, menghadirkan inovasi sehat bernama SIHIY TEA, teh herbal berbahan dasar daun sukun. Sekolah ini tidak hanya memanfaatkan potensi lingkungan sekitar, tetapi juga melatih siswa untuk kreatif dan peduli kesehatan. Ide ini muncul setelah melihat banyak masyarakat mencari minuman herbal yang praktis namun menyehatkan. Yuni Purwanti, guru penggerak sekaligus inisiator, mengajak siswa mengolah daun sukun yang berlimpah di lingkungan sekolah menjadi produk teh yang bermanfaat. Dengan langkah ini, SMPN 2 Kendal berhasil menjadikan pembelajaran lebih bermakna sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Para siswa aktif mengolah daun sukun menjadi teh siap seduh. Mereka memetik daun sukun segar, mencucinya, lalu menjemurnya hingga kering. Proses berlanjut dengan menghaluskan daun, menambahkan bunga melati, dan mengemasnya dalam bentuk teh herbal. Setiap tahapan dilakukan secara teliti agar kualitas tetap terjaga. Kegiatan ini membuat siswa belajar langsung tentang kewirausahaan, kerja sama, dan tanggung jawab. Guru pun memanfaatkan kegiatan ini sebagai media pembelajaran lintas mata pelajaran, mulai dari biologi, ekonomi, hingga keterampilan hidup. Dengan demikian, SIHIY TEA bukan hanya produk, tetapi juga sarana belajar aktif di sekolah.
SIHIY TEA menawarkan manfaat kesehatan yang besar. Daun sukun mengandung flavonoid, tanin, dan kalium yang mampu menurunkan tekanan darah, menstabilkan kolesterol, hingga membantu penderita diabetes. Teh ini juga berfungsi sebagai antioksidan yang memperkuat daya tahan tubuh. Warga sekolah dan masyarakat merasakan langsung manfaatnya ketika rutin mengonsumsi. Melalui inovasi ini, SMPN 2 Kendal membuktikan bahwa sekolah bisa ikut berkontribusi dalam menjaga kesehatan masyarakat dengan cara sederhana namun efektif. Minuman herbal lokal ini sekaligus memperkenalkan kekayaan alam Ngawi dalam bentuk produk modern yang bisa bersaing dengan minuman instan.
bukan hanya itu, SIHIY TEA juga memberi dampak sosial dan ekonomi. Sekolah memasarkan produk ini untuk menambah kas kegiatan siswa, sementara siswa sendiri belajar langsung tentang strategi pemasaran, manajemen keuangan, dan desain kemasan. Pemerintah daerah mendukung inovasi ini karena manfaatnya nyata bagi masyarakat. Bahkan, beberapa daerah lain mulai mereplikasi program serupa setelah melihat keberhasilan SMPN 2 Kendal. Dukungan orang tua, guru, dan lingkungan sekitar membuat SIHIY TEA tumbuh menjadi gerakan bersama. Dengan semangat gotong royong, sekolah ini menunjukkan bahwa inovasi kecil bisa menghasilkan perubahan besar, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan masyarakat.