Spensa meluncurkan program inovatif bernama Generasi Inspiratif Terampil Alat Musik Remaja Spensa, yang lebih dikenal dengan singkatan GITAR SPENSA. Program ini dirancang untuk mendorong generasi muda mengembangkan keterampilan bermusik, khususnya gitar, di tengah dominasi budaya digital dan melesatnya penggunaan perangkat elektronik. Dengan inspirasi dari kebutuhan memperkaya pengalaman seni siswa, GITAR SPENSA menjadi wadah unggulan untuk menumbuhkan kreativitas musikal sekaligus memperkuat jiwa kolektif di lingkungan sekolah. Tujuannya bukan hanya sekadar mengajarkan teknik memainkan alat musik, tapi juga membangun karakter, rasa disiplin, dan kolaborasi melalui jalur seni. Spensa berupaya menjadikan GITAR SPENSA sebagai landasan transformasi budaya belajar dari pasif menjadi aktif, dari individual menjadi komunitas.
GITAR SPENSA menonjol adalah metodologi pengajaran adaptif dan inspiratif yang menggabungkan latihan teknik, teori musik modern dan tradisional, serta pendekatan kolaboratif antar siswa. Kurikulum dirancang untuk fleksibel menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa, sehingga yang baru mulai pun bisa merasa termotivasi tanpa tenggelam, sementara siswa berpengalaman tetap mendapat tantangan sesuai levelnya. Selain teknik dasar gitar seperti chord, ritme, dan fingerstyle, program ini juga memasukkan aspek kreativitas seperti improvisasi, komposisi bersama, serta ekspresi genre musik lokal maupun internasional. GITAR SPENSA juga mendukung pembelajaran lintas disiplin, misalnya mengaitkan musik dengan sejarah budaya, bahasa, atau teknologi digital, membentuk pendekatan edukasi lintas-kurikulum. Dengan metode seperti diskusi reflektif, peer learning, dan presentasi berkala, siswa tidak hanya mahir bermain gitar. tetapi juga terlatih berbicara di depan umum, menyampaikan gagasan, serta menghargai proses kreatif teman sekelas.
GITAR SPENSA telah menunjukkan dampak signifikan terhadap keterlibatan siswa dalam dunia musik. Banyak siswa yang awalnya kurang tertarik kini aktif mengikuti latihan, pertunjukan, dan bahkan membentuk kelompok musik kecil. Dengan pendekatan yang menekankan semangat kolaboratif, para siswa belajar untuk saling mendukung, berkreasi bersama, dan membangun kepercayaan diri. Selain itu, kehadiran GITAR SPENSA telah memicu tumbuhnya komunitas mini, di mana siswa saling berbagi, mengundang musisi tamu, atau mendorong produksi musik digital lewat media sosial. Program ini turut membuka akses terhadap dunia musik lebih luas, seperti peluang mengikuti lomba, workshop, atau kolaborasi lintas sekolah. Efek jangka panjangnya adalah terbentuknya generasi muda yang tidak hanya mahir memainkan gitar, tetapi juga kreatif, percaya diri, dan siap berkarya membawa semangat inspiratif ke lingkungan sekolah maupun komunitas yang lebih luas.
Melihat respons positif dari siswa, orang tua, dan tenaga pendidik, GITAR SPENSA memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke jenjang lebih luas. Sekolah berencana memperluas cakupan program ini dengan menyertakan alat musik lain dan membuka kolaborasi dengan pihak eksternal seperti musisi profesional dan institusi seni. Tak hanya itu, GITAR SPENSA dapat dijadikan pilot project bagi sekolah lain yang ingin memperkaya program ekstrakurikuler dengan seni musik. Ke depan, diharapkan muncul “jaringan kreatif sekolah” yang saling berbagi sumber daya, ide, dan pertunjukan menciptakan ekosistem musik remaja yang lebih inklusif dan inspiratif. Dengan berlandaskan Inovasi, kolaborasi, dan empati seni, GITAR SPENSA dapat terus berkembang menjadi gerakan pendidikan seni yang menjadikan musik sebagai medium penguatan karakter serta pemberdayaan kreativitas generasi muda Indonesia.