Bappeda Kabupaten Ngawi terus menggelorakan budaya inovasi di berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan. Salah satu inovasi andalan adalah LAPAK GAPLEK GEPREK (Layanan Pasien Kami Gak Pakek Lama – Gak Pakek Ribet) yang dikembangkan RSUD dr. Soeroto. Program ini dirancang untuk mematahkan anggapan bahwa pelayanan rumah sakit selalu rumit, penuh syarat, dan memakan waktu lama.

LAPAK GAPLEK GEPREK memadukan berbagai terobosan, mulai dari Hawa Tuntas (pasien cukup membawa satu identitas), UGD One Stop Service (keluarga tidak repot mengurus administrasi saat darurat), Satrio lali Umah (antrian online langsung ke poliklinik), hingga Full e-RM (rekam medis elektronik) yang membuat pelayanan semakin cepat dan akurat. Ditambah inovasi farmasi seperti SEDAN DIRASA NYAMAN, antrian pun tidak lagi mengular.
Inovasi ini terbukti memangkas waktu tunggu pasien, mengurangi risiko penularan penyakit, dan memberikan kenyamanan psikologis yang membantu proses penyembuhan. Dengan layanan yang lebih ringkas dan efisien, pasien merasa diprioritaskan tanpa harus terjebak birokrasi rumit. Keberhasilan LAPAK GAPLEK GEPREK bahkan menginspirasi replikasi di berbagai daerah lain.
Bappeda menegaskan, inovasi ini adalah bukti nyata bahwa pelayanan publik bisa dibuat sederhana tanpa mengurangi kualitas. Kolaborasi lintas unit dan pemanfaatan teknologi menjadikan RSUD dr. Soeroto pelopor layanan rumah sakit anti ribet di Ngawi. Dengan langkah-langkah semacam ini, wajah pelayanan kesehatan daerah kian modern, ramah, dan cepat.