PANGAN PARON LESTARI: Gerakan Hijau dari Pekarangan untuk Desa Mandiri Pangan

Di Desa Paron, memanfaatkan pekarangan rumah bukan lagi sekadar kegiatan iseng menanam bunga atau tanaman hias. Kini, halaman warga menjadi sumber pangan sehat berkat program PANGAN PARON LESTARI atau Pertanian Pekarangan Ramah Lingkungan untuk Ketahanan Pangan Desa Paron yang Lestari. Program ini lahir dari kesadaran bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari rumah, tanpa harus menunggu lahan pertanian luas. Melalui pemanfaatan lahan di sekitar rumah, warga diajak menanam berbagai jenis sayuran, buah, dan tanaman obat secara ramah lingkungan. Tujuannya jelas menyediakan bahan pangan bergizi, menghemat pengeluaran dapur, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Konsep ini juga sejalan dengan semangat desa mandiri pangan yang mengutamakan potensi lokal.

Pelaksanaan program ini dilakukan secara terstruktur, dimulai dengan pemetaan potensi pekarangan rumah warga. Tim desa bersama Dinas Ketahanan Pangan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai teknik bercocok tanam yang efisien dan ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik, sistem vertikultur untuk pekarangan sempit, hingga teknik hidroponik sederhana. Setiap rumah yang ikut program diberikan bibit tanaman sesuai kebutuhan gizi keluarga, misalnya sayuran hijau, cabai, tomat, serta tanaman herbal seperti jahe dan serai. Warga juga dilatih mengolah hasil panen agar bernilai tambah, misalnya membuat olahan sayuran siap saji atau produk kemasan. Selain itu, diadakan kebun percontohan di lahan desa sebagai tempat belajar bersama. Tidak hanya sekadar menanam, program ini menumbuhkan kebersamaan dan gotong royong, di mana warga saling berbagi hasil panen dan bibit.


Manfaat dari PANGAN PARON LESTARI mulai dirasakan secara nyata oleh warga. Dari sisi ekonomi, pemanfaatan pekarangan membantu mengurangi pengeluaran harian untuk membeli sayur dan bumbu dapur. Beberapa warga bahkan mulai menjual hasil pekarangan, baik secara langsung di pasar desa maupun secara daring, sehingga membuka peluang penghasilan tambahan. Dari sisi sosial, program ini meningkatkan interaksi antarwarga melalui kegiatan berkebun bersama, saling tukar hasil panen, dan mengadakan lomba pekarangan terbaik. Secara kesehatan, ketersediaan sayuran segar di rumah berdampak positif pada pola makan keluarga, terutama anak-anak, yang kini lebih mudah mengonsumsi makanan bergizi. Dengan sistem tanam organik, masyarakat juga terhindar dari risiko residu pestisida berbahaya.

Keberhasilan awal PANGAN PARON LESTARI memberi harapan besar bagi keberlanjutan program ini. Pemerintah desa berencana memperluas cakupan dengan menambah jenis tanaman yang memiliki nilai jual tinggi, seperti buah naga, melon, atau tanaman rempah. Selain itu, akan dibangun jaringan pemasaran melalui kerja sama dengan BUMDes agar produk pekarangan dapat dipasarkan secara lebih luas, termasuk ke pasar kota dan sektor pariwisata kuliner. Inovasi ini diharapkan menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain di Ngawi dan daerah sekitarnya. Dengan menjaga prinsip ramah lingkungan, memanfaatkan potensi lokal, dan memperkuat kemandirian warga, PANGAN PARON LESTARI bukan hanya gerakan bercocok tanam, tetapi gerakan membangun desa mandiri, hijau, dan lestari dari pekarangan sendiri.

Scroll to Top