Permasalahan kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga masih menjadi isu penting di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Menjawab tantangan tersebut, Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, meluncurkan sebuah inovasi bernama KURMA KERPUS (Kunjungan Rumah Pasangan Usia Subur). Program ini diinisiasi oleh POKJA IV PKK Desa Pelang Lor bekerja sama dengan perangkat desa, bidan desa, serta tim Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Kedunggalar. Inovasi ini hadir dengan tujuan memberikan penyuluhan, konseling, serta dukungan kesehatan reproduksi secara langsung kepada pasangan usia subur (PUS) melalui pendekatan kunjungan rumah. Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek edukasi, tetapi juga menjadi sarana intervensi yang lebih personal agar pasangan dapat lebih terbuka dalam membicarakan kebutuhan dan kendala mereka terkait perencanaan keluarga.
Program KURMA KERPUS memiliki manfaat yang signifikan, di antaranya meningkatkan pemahaman pasangan usia subur terkait kesehatan reproduksi, kontrasepsi, hingga pengaturan jarak kehamilan. Melalui kunjungan rumah, pasangan juga mendapatkan dukungan psikologis dan konseling dari tenaga kesehatan maupun kader desa yang telah dilatih, sehingga mereka merasa lebih nyaman dalam menyampaikan masalah kesehatan reproduksi yang dihadapi. Dengan informasi yang akurat dan terkini, diharapkan pasangan usia subur dapat mengambil keputusan yang lebih tepat mengenai program keluarga berencana. Selain itu, adanya pendampingan intensif melalui kunjungan langsung memungkinkan pemerintah desa untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan dan memberikan tindak lanjut apabila diperlukan.
Proses pelaksanaan KURMA KERPUS dilakukan dengan tiga tahapan utama. Pertama, tahap persiapan, di mana petugas mempelajari data pasangan usia subur yang akan dikunjungi agar kegiatan lebih terarah. Kedua, tahap kunjungan rumah, di mana petugas memberikan penyuluhan, konseling, dan edukasi secara langsung sesuai kebutuhan pasangan. Ketiga, tahap evaluasi, yaitu meninjau hasil kunjungan dan memberikan tindak lanjut jika masih ada permasalahan kesehatan yang belum terselesaikan. Tahapan yang sistematis ini membuat program berjalan lebih efektif dan berdampak nyata, terutama dalam mendorong pasangan usia subur untuk menggunakan kontrasepsi dengan benar, menunda kehamilan, serta mengurangi risiko kehamilan tidak diinginkan. Hal ini sekaligus mendukung upaya penurunan angka kematian ibu dan anak yang masih menjadi fokus pembangunan kesehatan nasional.
Melalui inovasi KURMA KERPUS, Desa Pelang Lor berharap dapat meningkatkan kualitas hidup pasangan usia subur dengan cara memberikan layanan yang lebih dekat, humanis, dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya mendukung perencanaan keluarga yang sehat, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mencegah masalah kesehatan reproduksi, termasuk infeksi menular seksual, anemia pada ibu hamil, hingga risiko stunting pada anak. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi, diharapkan Desa Pelang Lor dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menciptakan inovasi berbasis kebutuhan lokal. Ke depan, konsistensi pelaksanaan KURMA KERPUS akan menjadi kunci agar program ini benar-benar memberikan dampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.