Desa Watualang di Kabupaten Ngawi meluncurkan inovasi Gisi Marimas yang berarti “Giat Literasi dengan Makan Bergizi dan Minum yang Sehat”. Program ini lahir dari semangat transformasi inklusi sosial yang digagas untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Perpustakaan desa tidak lagi sekadar tempat pinjam buku, tetapi berubah menjadi pusat pemberdayaan warga agar mampu hidup lebih sehat dan mandiri. Melalui Gisi Marimas, masyarakat belajar memahami pentingnya pola makan bergizi dan minuman sehat sebagai kunci utama mewujudkan hidup panjang, produktif, dan berkualitas.

Program Gisi Marimas bergerak aktif dengan menggandeng Rumah Desa Sehat (RDS) sebagai pusat informasi kesehatan. Melalui RDS, warga dapat mengikuti konseling tentang stunting, keterlambatan tumbuh kembang, hingga berbagai isu kesehatan yang memengaruhi kualitas hidup. Inovasi ini juga berkolaborasi dengan Forum Desa Senat (Fordes) untuk menyebarkan informasi lebih cepat dan merata. Fordes menjadi jembatan komunikasi, sekaligus ruang advokasi agar kebijakan kesehatan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat desa.
Tujuan utama Gisi Marimas sangat jelas: memberikan informasi kesehatan yang mudah dipahami dan langsung bisa diterapkan. Program ini menjembatani warga dengan literasi kesehatan terkini serta menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pola hidup sehat. Melalui kegiatan literasi, warga tidak hanya mendengar teori, tetapi juga mempraktikkan pola makan bergizi dan minum sehat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keberadaan RDS sebagai pusat konseling memperkuat peran program ini dalam memberikan solusi nyata bagi masalah kesehatan di desa.

Manfaat Gisi Marimas terasa luas. Warga tidak hanya memahami kesehatan anak dan disabilitas, tetapi juga memperoleh peluang ekonomi baru. Setelah belajar membuat roti sehat, misalnya, mereka bisa memproduksi dan menjual hasilnya. Beberapa warga bahkan mulai memanfaatkan bisnis online untuk memperluas pasar. Dengan cara ini, program Gisi Marimas berhasil mendukung kesehatan fisik sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Inovasi ini membuktikan bahwa literasi kesehatan bisa melahirkan warga yang lebih teredukasi, produktif, dan mandiri.