Ngawi – Warga Desa Kasreman, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, kini memiliki cara unik dan alami untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Melalui inovasi desa bertajuk DEKAS MESEM CERAH (Desa Kasreman Menanam Serai untuk Mencegah Penyakit Demam Berdarah), masyarakat diajak menanam serai di pekarangan rumah sebagai langkah pencegahan berbasis lingkungan.

Program ini resmi diimplementasikan pada 31 Agustus 2024 setelah sebelumnya diuji coba pada 31 Mei 2024. Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas keresahan masyarakat terhadap kasus DBD yang cenderung meningkat di musim hujan. Selama ini, pencegahan hanya mengandalkan fogging yang bersifat sementara dan berdampak negatif bagi lingkungan.
Melalui DEKAS MESEM CERAH, Pemerintah Desa Kasreman membentuk tim khusus untuk menyediakan bibit serai, memberikan edukasi cara penanaman, hingga melakukan monitoring hasil. Serai dipilih karena mengandung citronellal, citronellol, dan geraniol yang efektif sebagai penolak nyamuk, mudah dibudidayakan, serta bernilai ekonomi.
“Inovasi ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga lingkungan dan pemberdayaan ekonomi warga. Dengan menanam serai, masyarakat bisa lebih terlindungi dari ancaman DBD sekaligus memperoleh manfaat tambahan dari hasil panennya,” ujar perwakilan Tim Pelaksana Program Kesehatan Desa Kasreman.
Program yang lahir dari inisiatif masyarakat ini telah mendapat SK Bupati Ngawi dan dituangkan dalam RKPD tahun 2023–2025. Selain melibatkan lebih dari 30 SDM dan menjangkau ratusan penerima manfaat, DEKAS MESEM CERAH juga telah direplikasi di daerah lain seperti Trenggalek, Kota Madiun, dan Sragen. Tingkat kematangan inovasi bahkan mencapai 102 poin, menandakan kesiapan program untuk diterapkan secara luas.
Dengan semangat gotong royong, Desa Kasreman membuktikan bahwa solusi lokal berbasis kearifan lingkungan dapat menjadi langkah nyata menekan kasus DBD secara berkelanjutan.