Ngawi – Desa Legokulon, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, meluncurkan inovasi “Juru Delima Desaku // Kunjungan Rumah Kader Balita Merak” sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesehatan anak dan ibu, sekaligus mencegah stunting di wilayah pedesaan.

Program ini hadir karena masih banyak ibu balita yang tidak rutin menghadiri Posyandu setiap bulan. Padahal, pemantauan tumbuh kembang anak sangat penting dilakukan secara berkala. Untuk mengatasi hal tersebut, para kader balita Desa Legokulon kini aktif melakukan kunjungan rumah kepada ibu-ibu balita yang absen.
Melalui kunjungan tersebut, kader tidak hanya mencatat perkembangan berat badan balita, tetapi juga memberikan penyuluhan gizi, edukasi pola hidup bersih dan sehat, bimbingan konseling, hingga pemberian suplemen seperti zinc bila diperlukan. Selain itu, program ini juga membantu mendeteksi dini gangguan pertumbuhan anak, memberikan informasi tentang ASI, MPASI, imunisasi lengkap, hingga kesehatan ibu hamil dan menyusui.
Inovasi ini tidak hanya berfokus pada kesehatan anak, tetapi juga mengembangkan Posyandu sebagai pusat pemberdayaan keluarga, termasuk Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Lansia, Tanaman Obat Keluarga, hingga pendidikan anak usia dini.
Menurut pemerintah desa, tujuan utama program Juru Delima Desaku adalah mengurangi angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat. Hasilnya sudah mulai terlihat: banyak anak di Desa Legokulon yang kini tumbuh lebih sehat dan normal.
Program yang telah diimplementasikan sejak Agustus 2024 ini mendapat dukungan masyarakat luas, bahkan telah direplikasi di daerah lain seperti Sragen, Trenggalek, dan Bangkalan. Dengan dukungan kader yang aktif, Desa Legokulon optimis bisa menjadi percontohan inovasi kesehatan desa di Kabupaten Ngawi.