Senin, 1 Desember 2025, JFT bidang litbang mengikuti Zoom Meeting bertajuk penguatan kapasitas penulisan policy brief. Acara resmi dibuka oleh Kepala BRIDA Jawa Timur, yang menegaskan pentingnya kemampuan merumuskan rekomendasi kebijakan yang ringkas, berbasis bukti, dan tepat sasaran di era administrasi modern. Setelah sambutan pembuka, sesi utama dilanjutkan oleh Sherwin Mikhael Soantahon dari LAN, yang menyampaikan materi mendalam mengenai penyusunan policy brief ideal.

Dalam pemaparannya, Sherwin—yang juga Analis Kebijakan Ahli Madya di Direktorat Pembelajaran Teknis dan Fungsional—menguraikan kembali standar penulisan policy brief sebagaimana tercantum dalam dokumen pembelajaran “Kiat Menulis Policy Brief yang Ideal.” Ia menekankan bahwa policy brief bukanlah laporan panjang, melainkan alat komunikasi strategis yang harus mampu menjelaskan masalah, menyajikan bukti, dan menawarkan solusi kebijakan secara efektif.
Sherwin memperkenalkan pendekatan SAMAN (Sederhana, Akurat, Menarik, Aspiratif, dan Netral) sebagai rumus praktis untuk menyusun policy brief yang memenuhi kebutuhan pembuat kebijakan. Struktur idealnya mencakup judul efektif, ringkasan eksekutif yang padat, pendahuluan, deskripsi masalah berbasis data, serta rekomendasi kebijakan yang terukur dan mudah diimplementasikan. Beragam tools seperti Fishbone Diagram, 5 Why’s, Problem Tree, hingga Regulatory Impact Assessment (RIA) turut diperkenalkan sebagai perangkat identifikasi akar masalah dan perumusan solusi.

Tak hanya fokus pada struktur, Sherwin juga menekankan pentingnya kekuatan argumentasi dan validitas bukti. Data yang digunakan harus relevan, reliabel, representatif, dan cukup untuk memperkuat justifikasi kebijakan. Penulis policy brief juga perlu memastikan bahasa yang digunakan tetap lugas agar mudah dipahami para pengambil keputusan yang memiliki keterbatasan waktu.
Selain itu, elemen visual seperti infografis dinilai mampu meningkatkan daya serap pembaca terhadap inti permasalahan. Pada bagian akhir, Sherwin menggarisbawahi pentingnya fase pascapenulisan—mulai dari desain dokumen, penggunaan ilustrasi lapangan, penyajian data, hingga proofreading dan permintaan feedback dari rekan sejawat.
Melalui pelatihan ini, BRIDA Jatim berharap kemampuan JFT bidang litbang dalam merumuskan policy brief semakin terasah, sehingga rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dapat lebih relevan, presisi, dan berdampak pada peningkatan kualitas penyelenggaraan layanan publik.