


Jogorogo, 12 Februari 2026 – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2026 digelar secara serentak di 19 kecamatan se-Kabupaten Ngawi, termasuk di Kecamatan Jogorogo yang dilaksanakan di Aula KPRI Lestari. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan perempuan, anak, dan penyandang disabilitas sebagai wujud partisipasi inklusif dalam perencanaan pembangunan daerah.
Musrenbang tingkat kecamatan bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam proses perumusan dan pengambilan keputusan bersama pemerintah untuk penyusunan rencana pembangunan tahunan di tingkat kecamatan.
Acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan Video Conference langsung dari Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi. Musrenbang Kecamatan Serentak secara resmi dibuka oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono. Pembukaan dilanjutkan dengan paparan narasumber dari Bappeda, Badan Keuangan, dan DPMDes, sebelum ditutup dengan doa.
Usai Video Conference, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Perwakilan Anggota DPRD Dapil IV. Dalam sambutannya disampaikan pentingnya mengoptimalkan potensi lokal Jogorogo sebagai dasar perencanaan pembangunan, terutama sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata berbasis alam. Jogorogo yang berada di lereng Gunung Lawu memiliki lahan pertanian subur dengan komoditas unggulan seperti padi, sayuran, serta buah-buahan, termasuk alpukat yang berkembang di beberapa desa. Selain itu, potensi wisata alam pegunungan dan sumber daya air menjadi kekuatan tersendiri yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan.
Selanjutnya, Camat Jogorogo secara resmi membuka Musrenbang RKPD Kecamatan Jogorogo.
Memasuki sesi inti, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok diskusi utama, yaitu Bidang Perekonomian, Infrastruktur dan Kewilayahan, serta Pemerintahan dan Pembangunan Manusia. Perwakilan perempuan, anak, dan penyandang disabilitas turut dilibatkan dalam masing-masing kelompok untuk memastikan perencanaan pembangunan yang inklusif dan responsif terhadap seluruh lapisan masyarakat.



Dalam diskusi kelompok, dibahas berbagai usulan kegiatan yang telah diinput dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) guna menentukan prioritas pembangunan kecamatan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, usulan kegiatan fisik masih menjadi favorit untuk diprioritaskan. Namun demikian, penguatan sektor ekonomi berbasis potensi lokal seperti pertanian dan pengembangan wisata alam juga menjadi bahan diskusi strategis.
Tercatat pada Musrenbang tahun ini, Desa Girimulyo tidak mengajukan usulan untuk infrastruktur jalan.
Sebagai penutup, acara diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Musrenbang RKPD Kecamatan Jogorogo sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif, berkelanjutan, dan berbasis potensi daerah.