NGAWI – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 di Kecamatan Paron pada Kamis (12/2/2026) berlangsung semarak dan penuh inovasi. Berbeda dari rapat formal pada umumnya, kegiatan ini hadir dengan wajah baru yang menggabungkan aspirasi pembangunan, pelestarian budaya, hingga kepedulian lingkungan.
Kemeriahan Pagi: Dari Senam Lansia hingga Bazar Lokal
Suasana hangat sudah terasa sejak pagi hari. Halaman kantor kecamatan dipenuhi semangat para lansia yang mengikuti senam bersama. Tidak hanya itu, masyarakat juga dimanjakan dengan adanya bazar produk lokal yang menampilkan potensi UMKM desa setempat, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, mulai dari Kapolsek Paron, Danramil, hingga Kepala KUA. Kehadiran perwakilan kelompok disabilitas dan Forum Anak juga memberikan warna tersendiri, memastikan bahwa pembangunan di Kecamatan Paron bersifat inklusif dan mendengarkan suara semua lapisan masyarakat. Seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Paron turut hadir untuk mengawal usulan dari wilayah masing-masing.
Sentuhan Lurik dan Gerakan Bebas Plastik
Ada pemandangan menarik dari sisi estetika dan etika lingkungan. Seluruh pegawai Kecamatan Paron tampil kompak mengenakan seragam Lurik, yang mempertegas identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Selain itu, Musrenbang kali ini menjadi pelopor Gerakan Tanpa Plastik. Seluruh hidangan makanan dan minuman disajikan tanpa kemasan plastik sekali pakai. Langkah nyata ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah kecamatan dalam mengurangi sampah plastik dan mengedukasi masyarakat tentang gaya hidup ramah lingkungan.

Pojok Inovasi: Masa Depan Pertanian Paron
Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan ini adalah hadirnya Pojok Inovasi. Wadah kreatif ini diperkenalkan khusus untuk mendukung pengembangan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga Paron.
Di sini, dipamerkan berbagai ide kreatif seperti:
- Teknologi Tepat Guna: Pengelolaan lahan secara lestari.
- Sistem Irigasi Pintar: Penghematan air melalui teknologi tepat sasaran.
- Pertanian Organik: Penerapan pupuk organik dan pengendalian hama alami.
- Model Usaha Tani Berbasis Ekosistem: Strategi meningkatkan pendapatan petani tanpa merusak kelestarian alam.
Diskusi Terarah dan Penandatanganan Kesepakatan
Memasuki inti acara, proses diskusi dibagi ke dalam tiga kelompok kerja. Pembagian ini terbukti efektif membuat suasana diskusi menjadi lebih teratur dan optimal. Setiap perwakilan desa dapat menyampaikan aspirasi dan usulan pembangunan fisik maupun non-fisik secara mendalam.

Kegiatan pun diakhiri dengan penandatanganan berita acara hasil Musrenbang. Dokumen ini menjadi bukti autentik kesepakatan bersama yang akan dibawa ke tingkat kabupaten, membawa harapan besar bagi kemajuan masyarakat Paron di tahun 2026 mendatang.