Menuju Indonesia Emas 2045: JFT Litbang Perkuat “Otot” Riset Melalui Inisiatif Strategis BRIN

NGAWI – Dalam upaya mempercepat transformasi ekonomi berbasis pengetahuan, Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) bidang Litbang (Bappeda Kabupaten Ngawi) berpartisipasi aktif dalam sesi peningkatan kapasitas bertajuk “Program Pengembangan Kompetensi Penguatan SDM Riset dan Inovasi” yang diselenggarakan melalui media virtual pada Kamis, 19 Februari 2026.

Agenda ini merupakan manifestasi dari kebijakan nasional pasca-pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkokoh ekosistem riset dan inovasi di daerah, dengan fokus utama pada peningkatan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan (Litbangjirap).

Menyelaraskan Standar Global di Level Daerah

Direktorat Pengembangan Kompetensi (DPK) BRIN bertindak sebagai motor penggerak dalam penyiapan rumusan kebijakan dan pelaksanaan pengembangan kompetensi SDM Iptek Nasional. Program ini membawa empat misi utama bagi para inovator di daerah:

  1. Standardisasi Kompetensi: Mengangkat kualitas peneliti lokal agar sejajar dengan standar internasional.
  2. Produktivitas Berdampak: Mendorong hasil riset yang tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi berkontribusi nyata pada pembangunan nasional.
  3. Sinergi Pentahelix: Memperkuat jembatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat.
  4. Transformasi Ekonomi: Mendukung pergeseran ekonomi menuju basis pengetahuan dan teknologi yang berkelanjutan.

Diversifikasi Pelatihan dan Penguatan Jabatan Fungsional

Berdasarkan peta jalan pengembangan yang dipaparkan, BRIN menyediakan berbagai skema penguatan substantif bagi para pemangku jabatan fungsional guna mendukung profesionalisme mereka. Beberapa fokus pelatihan teknis yang tersedia meliputi:

  • Penguatan JF Peneliti: Fokus pada metodologi penelitian, publikasi karya ilmiah, dan etika riset (Durasi 4 hari kerja).
  • JF Analis Data Ilmiah (ADI): Penguasaan manajemen data, data mining, hingga visualisasi informasi.
  • JF Analis Pemanfaatan Iptek (API): Strategi alih teknologi, komersialisasi, dan difusi inovasi kepada masyarakat.
  • JF Perekayasa & Litkayasa: Pendalaman proses audit teknologi, paten, hingga operasional fasilitas riset yang memenuhi standar K3.

Selain pelatihan klasikal, para peserta didorong untuk memanfaatkan platform Learning Management System (LMS) Briliant yang menyediakan modul pelatihan mandiri seperti teknik pengambilan sampel dan penulisan referensi ilmiah secara gratis.

Dampak Strategis bagi Pembangunan Nasional

Investasi pada kompetensi SDM ini diproyeksikan akan membuahkan hasil nyata berupa peningkatan jumlah paten dan kualitas publikasi ilmiah. Terbentuknya SDM riset yang berstandar global diharapkan mampu meningkatkan kontribusi riset terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam peta inovasi teknologi dunia.

Seluruh rangkaian pengembangan ini dijalankan dengan semangat nilai inti ASN BerAKHLAK, guna memastikan setiap langkah inovasi tetap berorientasi pada pelayanan bangsa yang akuntabel dan kolaboratif.

Scroll to Top