SURABAYA – Komitmen tinggi terhadap pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) ditunjukkan secara nyata oleh jajaran pimpinan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi. Pada Sabtu (2/5), Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Ngawi hadir langsung di kampus STIESIA Surabaya guna mendampingi dan menguji seminar hasil aktualisasi salah satu peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS.
Kehadiran beliau bukan sekadar formalitas kedinasan, melainkan wujud tanggung jawab moral sebagai mentor ideologis bagi generasi baru perumus kebijakan di Kabupaten Ngawi. Dalam kesempatan tersebut, Kabid Litbang bertindak sebagai mentor langsung bagi Fridia Ridho Pamungkas, CPNS yang baru saja bergabung dan memperkuat formasi di Bidang Litbang Bappeda Ngawi.

Proses mentoring ini mencerminkan transfer pengetahuan (knowledge transfer) yang berjalan intensif dan berkesinambungan. Sejak awal masa pendidikan Latsar, Kabid Litbang terlibat aktif mengawal perkembangan gagasan yang dibawa oleh peserta. Bimbingan dilakukan secara komprehensif, mulai dari tahap penggalian ide kreatif, penyusunan rancangan aktualisasi, hingga transformasi gagasan tersebut menjadi sebuah tugas akhir yang solid dan aplikatif bagi daerah.
“Kehadiran mentor di setiap fase, mulai dari merumuskan masalah hingga memantau progres harian selama masa latsar, menjadi kunci utama agar aktualisasi yang dihasilkan tidak sekadar menjadi dokumen di atas kertas. Kita ingin memastikan bahwa inovasi yang digagas oleh CPNS baru ini memiliki dampak instansional yang nyata dan terukur,” ujar Kabid Litbang di sela-sela kegiatan.

Melalui pengawalan ketat dan dukungan penuh dari unsur pimpinan seperti ini, diharapkan para ASN muda di lingkungan Bappeda Ngawi mampu menginternalisasi core values ASN BerAKHLAK secara optimal. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar Bappeda Ngawi dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah demi mendukung tata kelola pemerintahan yang berbasis bukti (evidence-based policy).