SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus berkomitmen mendukung kolaborasi berbasis akademis demi pembangunan daerah yang tepat sasaran. Hal ini dibuktikan melalui kehadiran Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi, yang didampingi langsung oleh Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang), sebagai narasumber dalam acara Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-8 Universitas Airlangga (UNAIR). Acara ini berlangsung secara luring pada Minggu (7/6) bertempat di Ruang Majapahit, ASEEC Tower Lantai 5, Kampus UNAIR, Surabaya.

Dalam sesi pemaparan materi bertajuk “Program Kerja sesuai Permasalahan di Daerah,” jajaran Bappeda Kabupaten Ngawi membedah secara komprehensif berbagai tantangan, potensi, serta isu strategis yang saat ini dihadapi oleh wilayah Ngawi. Langkah ini dinilai krusial agar para mahasiswa peserta KKN memiliki gambaran utuh dan berbasis data, sehingga program kerja yang nantinya disusun tidak hanya bersifat teoritis, melainkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Kehadiran Bappeda Ngawi dalam forum ini menjadi jembatan penting untuk menyelaraskan fokus riset dan pengabdian masyarakat oleh perguruan tinggi dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Melalui pembekalan intensif ini, para mahasiswa diharapkan dapat merumuskan proposal dan pelaporan kegiatan yang lebih aplikatif, solutif, serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga Ngawi selama masa KKN berlangsung.
Kegiatan KKN-BBK ke-8 Universitas Airlangga di Kabupaten Ngawi sendiri dijadwalkan akan resmi berjalan mulai tanggal 13 Juli hingga 8 Agustus 2026 mendatang. Kolaborasi erat antara Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR dan Pemkab Ngawi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi segar dari pemikiran mahasiswa yang selaras dengan visi pembangunan daerah.
