Limbah jerami padi setelah panen sering kali dianggap tidak memiliki nilai sehingga banyak yang dibakar. Padahal, jika dikelola dengan baik, jerami dapat dimanfaatkan menjadi bahan yang berguna bagi lingkungan. Berangkat dari kondisi tersebut, SMP Negeri 3 Paron menghadirkan inovasi MUJEPA (Mulsa Jerami Padi) sebagai upaya mengolah limbah pertanian menjadi mulsa organik untuk kebun sekolah. Inovasi yang digagas oleh Riana Fathonatul Qoidah, M.Pd. ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi siswa tentang pertanian berkelanjutan, kewirausahaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pelaksanaan MUJEPA dimulai dengan mengidentifikasi potensi limbah jerami padi di sekitar sekolah. Bersama guru dan petani setempat, siswa mempelajari cara mengolah jerami menjadi mulsa organik yang berfungsi menjaga kelembapan tanah, mengurangi pertumbuhan gulma, serta meningkatkan kesuburan lahan. Setelah melalui tahap sosialisasi dan pembentukan tim, siswa terlibat langsung dalam proses pengumpulan jerami, pengolahan, hingga penerapan mulsa pada kebun sekolah. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang nyata sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Sebagai pengembangan program, SMP Negeri 3 Paron juga memanfaatkan sekam padi untuk diolah menjadi pupuk cair organik melalui proses fermentasi sederhana. Produk yang diberi nama BioSekam MUJEPA direncanakan dipasarkan kepada petani sekitar dengan harga terjangkau. Hasil penjualannya akan dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan program, seperti pengembangan kebun sekolah, penyediaan bibit tanaman, dan kegiatan Jumat Bergizi. Penerapan inovasi ini memberikan manfaat yang luas. Selain mengurangi pembakaran jerami yang berpotensi mencemari udara, MUJEPA juga menjadikan kebun sekolah lebih subur dan produktif. Bagi siswa, program ini menjadi sarana belajar mengenai pertanian ramah lingkungan, pengelolaan limbah, hingga dasar-dasar kewirausahaan melalui praktik secara langsung. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara sekolah dan petani lokal dalam mengembangkan solusi yang bermanfaat bagi lingkungan. Limbah pertanian yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
MUJEPA membuktikan bahwa limbah pertanian dapat diubah menjadi sumber manfaat bagi lingkungan, pendidikan, dan perekonomian. Melalui pemanfaatan jerami padi sebagai mulsa organik dan pengembangan pupuk cair berbahan sekam padi, SMP Negeri 3 Paron berhasil menghadirkan inovasi yang sederhana namun berdampak nyata. Lebih dari sekadar menghijaukan lingkungan sekolah, MUJEPA menjadi media pembelajaran yang membentuk karakter siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan, kreatif dalam memanfaatkan sumber daya, serta memiliki jiwa kewirausahaan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan.