DERA LIANA: Mewujudkan Desa Ramah dan Peduli Anak untuk Membangun Generasi Unggul di Ngawi

Anak merupakan aset penting dalam pembangunan karena menjadi generasi penerus yang akan menentukan keberlanjutan bangsa di masa depan. Pembangunan sumber daya manusia tidak hanya dilakukan di tingkat perkotaan, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan desa sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya sebagian besar masyarakat. Melihat pentingnya pemenuhan hak dan perlindungan anak, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui program DERA LIANA (Desa Ramah Peduli Anak) menghadirkan sebuah inovasi yang mendorong desa dan kelurahan agar lebih responsif terhadap kebutuhan anak. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan desa yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Pengembangan DERA LIANA sejalan dengan visi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 melalui penguatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Desa tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, perlindungan, dan pemberdayaan anak.

DERA LIANA merupakan inovasi yang mendorong keterlibatan desa dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan yang memperhatikan perspektif gender serta pemenuhan hak-hak anak. Melalui inovasi ini, desa diharapkan mampu menciptakan sistem perlindungan anak yang melibatkan pemerintah desa, masyarakat, keluarga, serta berbagai pihak yang peduli terhadap anak. Program ini dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, salah satunya adalah sosialisasi perlindungan anak. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, seperti kekerasan fisik, kekerasan seksual, penyalahgunaan narkoba, maupun paparan konten negatif yang dapat mengganggu perkembangan anak.Selain upaya pencegahan, DERA LIANA juga mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak melalui penyediaan layanan dan fasilitas yang ramah anak. Desa dan kelurahan diarahkan untuk memiliki program perlindungan anak serta melibatkan anak dalam proses pembangunan desa.

Dalam pelaksanaannya, terdapat enam aspek utama yang menjadi indikator keberhasilan DERA LIANA, yaitu:

  1. Pengorganisasian desa ramah anak, melalui pembentukan forum anak desa atau kelurahan berdasarkan peraturan kepala desa. 
  2. Penyediaan sarana literasi anak, seperti perpustakaan desa atau taman bacaan masyarakat. 
  3. Ketersediaan data dan profil anak, meliputi informasi berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, dan kondisi anak lainnya sebagai dasar perencanaan program. 
  4. Pelibatan anak dalam pembangunan desa, melalui partisipasi anak dalam kegiatan musyawarah pembangunan desa. 
  5. Program perlindungan dan pemenuhan hak anak, berupa kegiatan pencegahan, pendampingan korban, serta penyediaan layanan dasar bagi anak. 
  6. Keterlibatan mitra pembangunan peduli anak, melalui dukungan program maupun sumber daya dari pihak swasta atau lembaga lain. 

Melalui penerapan enam aspek tersebut, setiap desa dan kelurahan diharapkan mampu membangun sistem perlindungan anak yang lebih kuat serta menciptakan lingkungan yang aman bagi anak untuk belajar, berkembang, dan berpartisipasi.

DERA LIANA (Desa Ramah Peduli Anak) menjadi langkah inovatif dalam memperkuat pembangunan desa yang berorientasi pada perlindungan dan pemenuhan hak anak. Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, keluarga, dan mitra pembangunan, program ini diharapkan mampu mencegah kekerasan terhadap anak serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap tumbuh kembang anak. Dengan hadirnya desa yang ramah dan peduli anak, Kabupaten Ngawi dapat membangun generasi yang lebih berkualitas, terlindungi, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045

Scroll to Top