Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama. Dampak stunting tidak hanya terlihat dari pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini, bahkan sebelum pasangan memasuki masa kehamilan. Calon pengantin menjadi salah satu sasaran penting dalam upaya pencegahan stunting karena kondisi kesehatan calon ayah dan calon ibu akan berpengaruh terhadap kualitas kehamilan serta tumbuh kembang anak. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, gizi, anemia, serta pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting. Melihat kondisi tersebut, Balai Penyuluhan KB Kecamatan Kasreman menghadirkan inovasi SEHATI (Sehat Bersama Calon Pengantin untuk Cegah Stunting). Inovasi yang diinisiasi oleh Dra. Suhermawati ini bertujuan memberikan edukasi, pemeriksaan kesehatan, serta pendampingan kepada calon pengantin agar lebih siap membangun keluarga sehat dan berkualitas.

SEHATI merupakan inovasi pelayanan publik yang berfokus pada pencegahan stunting melalui pendekatan kesehatan calon pengantin. Program ini mendorong perubahan pola pikir bahwa persiapan pernikahan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan administrasi dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kesiapan kesehatan pasangan sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. Pelaksanaan inovasi SEHATI dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah Skrining kesehatan calon pengantin, yaitu pemeriksaan kondisi kesehatan seperti kadar hemoglobin (HB), status gizi, lingkar lengan atas (LILA), berat badan, tinggi badan, serta tekanan darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan calon pengantin dan mendeteksi faktor risiko yang dapat memengaruhi kehamilan. Tahap berikutnya adalah Edukasi mengenai gizi, kesehatan reproduksi, pola hidup bersih dan sehat, pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan, serta kesiapan menjadi orang tua. Melalui edukasi ini, calon pengantin diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak sebelum menikah agar dapat mempersiapkan kehamilan yang sehat. Bagi calon pengantin yang memiliki faktor risiko kesehatan, dilakukan Home Visit dan pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK). Pendampingan dilakukan melalui konseling, pemberian rujukan layanan kesehatan, serta pemantauan kondisi calon pengantin hingga menjelang pernikahan. Dengan adanya pendampingan ini, permasalahan kesehatan dapat diketahui lebih awal dan segera mendapatkan penanganan. Inovasi SEHATI juga melibatkan berbagai pihak, seperti KUA, Puskesmas, pemerintah kecamatan dan desa, PKK, kader Posyandu, serta Tim Pendamping Keluarga. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting agar pelayanan kepada calon pengantin dapat berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Melalui pelaksanaan program ini, diharapkan seluruh calon pengantin memperoleh edukasi mengenai pencegahan stunting dan semakin banyak pasangan yang melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Selain itu, calon pengantin yang memiliki risiko dapat memperoleh pendampingan sehingga lebih siap menjalani kehamilan dan membangun keluarga yang sehat.
Inovasi SEHATI (Sehat Bersama Calon Pengantin untuk Cegah Stunting) merupakan langkah nyata Balai Penyuluhan KB Kecamatan Kasreman dalam mencegah stunting sejak sebelum terjadinya kehamilan. Melalui skrining kesehatan, edukasi, pendampingan, dan kerja sama lintas sektor, calon pengantin dipersiapkan agar memiliki kesehatan dan pengetahuan yang cukup untuk membangun keluarga berkualitas. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan mampu mewujudkan generasi Kasreman yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.