Stunting masih menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Ngawi. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang panjang, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang tidak hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui edukasi yang mudah dipahami oleh masyarakat. Selama ini, penyampaian informasi mengenai pencegahan stunting masih banyak dilakukan melalui penyuluhan tatap muka, brosur, atau spanduk. Meskipun bermanfaat, cara tersebut belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di era digital ketika masyarakat lebih banyak mengakses informasi melalui media elektronik. Melihat kondisi tersebut, Balai Penyuluh KB Kecamatan Pitu mengembangkan inovasi SIMENIK PENTING (Sistem Media Informasi Elektronik Penurunan Stunting). Inovasi yang diinisiasi oleh Puji ini memanfaatkan media digital berbasis video animasi sebagai sarana edukasi yang lebih menarik, interaktif, dan mudah diakses oleh masyarakat.

SIMENIK PENTING merupakan inovasi pelayanan publik berbasis digital yang menyediakan berbagai informasi mengenai pencegahan stunting dalam bentuk video animasi edukatif. Media ini dirancang agar masyarakat dapat memperoleh informasi kesehatan dengan cara yang lebih sederhana, menarik, dan mudah dipahami oleh berbagai kelompok usia. Materi yang disampaikan dalam SIMENIK PENTING meliputi edukasi mengenai pendewasaan usia perkawinan, bahaya pernikahan dini, pentingnya ASI eksklusif, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pencegahan anemia, pemberian makan bayi dan anak (PMBA), penggunaan alat kontrasepsi, hingga informasi mengenai stunting. Seluruh materi disajikan menggunakan narasi dan visual yang komunikatif sehingga lebih mudah dipahami dibandingkan penyampaian secara konvensional. Platform ini dapat diakses secara daring melalui website dan dimanfaatkan menggunakan berbagai perangkat, seperti telepon pintar, komputer, maupun layar monitor di Balai Penyuluh KB dan Posyandu. Selain itu, materi edukasi juga dapat dibagikan melalui media sosial maupun grup WhatsApp sehingga jangkauan penyebaran informasi menjadi lebih luas. Sasaran utama inovasi ini meliputi remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, ibu yang memiliki balita, serta keluarga yang berisiko mengalami stunting. Dengan penyampaian informasi yang lebih menarik, diharapkan masyarakat lebih mudah memahami pentingnya menjaga kesehatan, memenuhi kebutuhan gizi, serta menerapkan pola asuh yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak.SIMENIK PENTING juga membantu tugas Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kehadiran media digital ini membuat proses penyuluhan menjadi lebih efektif karena materi dapat diputar kembali kapan saja tanpa harus menunggu kegiatan tatap muka. Melalui inovasi ini, diharapkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting terus meningkat sehingga dapat mendorong perubahan perilaku menuju keluarga yang lebih sehat. Selain itu, penggunaan media digital menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ngawi.
Inovasi SIMENIK PENTING (Sistem Media Informasi Elektronik Penurunan Stunting) merupakan langkah inovatif dalam meningkatkan edukasi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Dengan menghadirkan informasi dalam bentuk video animasi yang menarik dan mudah dipahami, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan mengenai pencegahan stunting secara lebih efektif. Melalui kolaborasi antara penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, dan berbagai pihak terkait, SIMENIK PENTING diharapkan mampu menjadi media edukasi yang berkelanjutan, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendukung terwujudnya generasi Kabupaten Ngawi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.