SERBU LANDEPE GUNTING : (Sehari Seribu Jalan Kedepan Tanggulangi Stunting) sebagai Upaya Percepatan Penurunan Stunting

Stunting merupakan salah satu permasalahan yang membutuhkan perhatian serius karena berpengaruh terhadap kualitas tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Permasalahan stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh keluarga, kondisi kesehatan ibu dan anak, sanitasi lingkungan, faktor sosial ekonomi, serta rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting sejak dini. Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting, diperlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga melibatkan edukasi, pendampingan keluarga, pemberdayaan masyarakat, serta kerja sama lintas sektor. Oleh karena itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB Ngawi) menghadirkan inovasi “SERBU LANDEPE GUNTING (Sehari Seribu Jalan Kedepan Tanggulangi Stunting)”. Inovasi ini merupakan inovasi perangkat daerah dengan jenis inovasi non digital yang telah memasuki tahap implementasi. Inovasi ini diinisiasi oleh Hafid Kurniawan sebagai bentuk pelayanan publik dalam bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana. Melalui inovasi ini, berbagai pihak didorong untuk melakukan langkah nyata setiap hari dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan stunting secara berkelanjutan.

SERBU LANDEPE GUNTING merupakan inovasi yang dirancang untuk memperkuat pendampingan kepada keluarga berisiko stunting melalui kolaborasi berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta masyarakat. Inovasi ini hadir karena masih ditemukan keluarga yang membutuhkan pendampingan secara intensif, baik dalam aspek kesehatan, edukasi, perubahan perilaku, maupun pemberdayaan keluarga. Permasalahan yang menjadi dasar pelaksanaan inovasi ini antara lain masih rendahnya pemahaman keluarga mengenai pencegahan stunting sejak masa remaja, calon pengantin, kehamilan, hingga periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Selain itu, pendampingan keluarga berisiko stunting masih perlu diperkuat, pemanfaatan data sasaran belum maksimal, serta koordinasi antar pihak dalam memberikan layanan terpadu masih perlu ditingkatkan.

Melalui SERBU LANDEPE GUNTING, dilakukan berbagai bentuk intervensi sesuai kebutuhan keluarga sasaran. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi mengenai gizi seimbang, kesehatan reproduksi, delapan fungsi keluarga, pemberian ASI eksklusif, pemantauan tumbuh kembang balita, pendampingan ibu hamil, pelayanan keluarga berencana, kunjungan rumah, pemanfaatan pekarangan untuk pemenuhan gizi keluarga, serta rujukan bagi keluarga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Konsep utama dari inovasi ini adalah “Sehari Seribu Jalan Kedepan”, yang menggambarkan bahwa setiap hari harus ada langkah nyata dalam upaya menanggulangi stunting. Setiap kegiatan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar keluarga tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga menjadi bagian utama dalam perubahan menuju keluarga yang sehat dan mandiri.

Tujuan dari inovasi ini adalah mempercepat penurunan angka stunting melalui penguatan sinergi lintas sektor dan pendampingan keluarga secara berkelanjutan. Selain itu, inovasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting, meningkatkan kualitas pendampingan keluarga berisiko stunting, memperkuat koordinasi antar pihak, mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta memastikan intervensi diberikan secara tepat sasaran berdasarkan data keluarga berisiko stunting. Pelaksanaan inovasi SERBU LANDEPE GUNTING memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Bagi keluarga sasaran, inovasi ini membantu meningkatkan akses terhadap informasi, edukasi, dan layanan kesehatan sehingga keluarga lebih memahami pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta pola pengasuhan yang baik. Bagi tenaga pendamping, kader, dan tenaga kesehatan, inovasi ini membantu pelaksanaan pendampingan menjadi lebih terarah karena menggunakan data sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan keluarga.

Bagi pemerintah daerah, inovasi ini mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik melalui kerja sama lintas sektor, pemanfaatan sumber daya yang lebih optimal, serta tersedianya data pendampingan sebagai dasar evaluasi dan pengambilan kebijakan. Hasil dari implementasi inovasi ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas pendampingan keluarga berisiko stunting melalui kegiatan yang lebih rutin, terencana, dan terintegrasi. Kunjungan rumah oleh Tim Pendamping Keluarga menjadi lebih optimal sehingga keluarga mendapatkan edukasi, konseling, serta tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing. Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah, puskesmas, pemerintah desa, kader, dan pihak terkait menjadi lebih baik dalam melaksanakan berbagai program seperti pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemantauan pertumbuhan balita, pelayanan keluarga berencana, edukasi gizi, serta promosi perilaku hidup bersih dan sehat. Masyarakat juga semakin memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemberian ASI eksklusif, MPASI yang sesuai, imunisasi, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak.

Inovasi SERBU LANDEPE GUNTING (Sehari Seribu Jalan Kedepan Tanggulangi Stunting) merupakan upaya pelayanan publik dari DP3AKB Ngawi dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui pendampingan keluarga dan kolaborasi lintas sektor. Inovasi ini tidak hanya berfokus pada penanganan masalah kesehatan, tetapi juga meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perubahan perilaku masyarakat dalam mencegah stunting. Melalui pelaksanaan inovasi yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, diharapkan keluarga semakin mampu memenuhi kebutuhan kesehatan dan gizi anak, peran pendamping keluarga semakin optimal, serta angka keluarga berisiko stunting dapat terus menurun. SERBU LANDEPE GUNTING menjadi wujud komitmen bersama dalam menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas.

Scroll to Top