Pelayanan publik di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian adalah stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Penanganan stunting memerlukan keterlibatan berbagai pihak karena penyebabnya berkaitan dengan pemenuhan gizi, pola asuh, pelayanan kesehatan, hingga kondisi sanitasi lingkungan. Untuk memperkuat upaya tersebut, Kecamatan Kedunggalar menghadirkan inovasi KERIS GORO GURU (Kecamatan Kedunggalar Responsif, Intervensi Stunting, Gotong Royong, Guyup Rukun) sebagai bentuk kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting.

KERIS GORO GURU mengedepankan koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, PKK, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk mendukung pendataan, pemantauan, serta pendampingan terhadap ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan keluarga yang berisiko stunting. Inovasi ini juga mendorong pelaksanaan intervensi stunting secara lebih terintegrasi dan tepat sasaran. Masyarakat memperoleh edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang baik, pemberian ASI eksklusif, MP-ASI yang sesuai, sanitasi, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Semangat gotong royong dan guyub rukun menjadi bagian penting dalam pelaksanaan KERIS GORO GURU. Masyarakat didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan kesehatan, perbaikan sanitasi lingkungan, dan pemenuhan gizi keluarga. Pemanfaatan sumber daya serta potensi lokal juga dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak agar penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui KERIS GORO GURU, koordinasi lintas sektor menjadi lebih efektif serta cakupan pendataan dan pendampingan keluarga berisiko stunting meningkat. Partisipasi dan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting juga terus didorong. Upaya tersebut mendukung penurunan jumlah keluarga berisiko stunting dan prevalensi stunting secara bertahap sesuai target pemerintah daerah.
KERIS GORO GURU menjadi inovasi Kecamatan Kedunggalar dalam memperkuat penanganan stunting melalui kolaborasi, intervensi terintegrasi, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan guyub rukun, inovasi ini diharapkan mampu mewujudkan masyarakat Kedunggalar yang lebih sehat, responsif, peduli, dan berdaya.