Ngawi— Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menghadirkan inovasi Orangtua Asuh Balita Stunting dan Ibu Hamil KEK pada tahun 2024 sebagai langkah percepatan penurunan stunting. Program ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka stunting yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti kekurangan gizi kronis, anemia, pola asuh yang belum optimal, serta sanitasi yang kurang memadai. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berupa bantuan sesaat, tetapi juga menyasar langsung akar permasalahan secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Inovasi ini mengedepankan konsep gotong royong dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat sebagai “orangtua asuh”, seperti ASN, tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga kader dan komunitas lokal. Mereka melakukan pendampingan melalui kunjungan rumah kepada balita stunting dan ibu hamil KEK dengan memberikan makanan tambahan bergizi, edukasi terkait kesehatan dan pola asuh, serta pemantauan kondisi gizi secara berkala. Pendekatan ini menjadi pembeda karena menghadirkan intervensi yang lebih personal, berkelanjutan, dan menyentuh langsung kondisi keluarga sasaran.
Pelaksanaan program didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang melibatkan dinas kesehatan, pemerintah desa, PKK, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator yang memastikan sinergi berjalan efektif. Dampaknya, program ini tidak hanya membantu menurunkan angka stunting, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan kesehatan ibu-anak, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendukung terwujudnya target penurunan stunting dan visi “Ngawi New Zero Stunting” di masa depan.