Ngawi — Pemerintah Kabupaten Ngawi menghadirkan inovasi SIBULAT KESIT (Sistem Budidaya Nila Bio Flok di Pekarangan Sempit) sebagai upaya mendorong pemanfaatan lahan terbatas menjadi ruang yang lebih produktif dan bernilai ekonomi. Inovasi ini dikembangkan untuk memberikan solusi budidaya ikan nila bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan, khususnya di lingkungan rumah tangga.

Melalui sistem bioflok, budidaya ikan nila dapat dilakukan dengan lebih efisien karena tidak membutuhkan area yang luas, penggunaan air lebih terkontrol, dan pemeliharaan ikan menjadi lebih praktis. Model ini sangat cocok diterapkan di pekarangan rumah, sehingga masyarakat tetap dapat menjalankan usaha budidaya perikanan meskipun hanya memiliki lahan sempit.
Kehadiran SIBULAT KESIT tidak hanya membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat, tetapi juga mendukung penguatan ketahanan pangan keluarga. Dengan memanfaatkan pekarangan secara optimal, masyarakat didorong untuk lebih mandiri dalam menghasilkan sumber pangan sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi skala kecil yang berkelanjutan.
Selain itu, inovasi ini juga menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa budidaya perikanan dapat dilakukan dengan cara yang lebih sederhana, hemat tempat, dan tetap produktif. Dengan pendekatan yang mudah diterapkan, SIBULAT KESIT diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap budidaya ikan sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi bioflok di tingkat rumah tangga.
Melalui SIBULAT KESIT, Kabupaten Ngawi menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang praktis, aplikatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Inovasi ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat serta optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah secara lebih produktif.