Ngawi — Pemerintah Kabupaten Ngawi menghadirkan inovasi AGRICHECK, sebuah solusi pemantauan kesehatan lahan dan tanaman berbasis LoRa IoT dan Artificial Intelligence (AI). Dalam basis data inovasi resmi, AGRICHECK dijelaskan sebagai sistem yang membantu pemantauan kondisi lahan dan tanaman secara lebih cerdas, termasuk membantu mendeteksi ancaman seperti serangga, burung, dan tikus melalui pendekatan teknologi. Inovasi ini juga tercantum dalam dokumen ideasi inovasi daerah Kabupaten Ngawi tahun 2025.

Sebelum AGRICHECK hadir, pemantauan kondisi lahan dan tanaman umumnya masih banyak bergantung pada pengamatan langsung di lapangan. Cara ini membutuhkan waktu, tidak selalu bisa dilakukan secara terus-menerus, dan berisiko membuat masalah terdeteksi terlambat. Dengan hadirnya AGRICHECK, proses pemantauan diarahkan menjadi lebih cepat dan lebih terukur karena data dapat dikumpulkan melalui perangkat sensor dan dikirim menggunakan teknologi LoRa IoT, yang dikenal cocok untuk jangkauan luas dan kebutuhan pertanian berbasis sensor. Penggunaan AI juga memperkuat kemampuan sistem untuk membantu membaca kondisi dan potensi gangguan secara lebih cepat.
Kehadiran inovasi ini menjadi penting karena pertanian modern menuntut sistem yang lebih responsif terhadap perubahan kondisi lahan, tanaman, dan lingkungan sekitar. Melalui AGRICHECK, petani atau pengelola lahan diharapkan dapat memperoleh informasi lebih awal mengenai kondisi pertanian, sehingga keputusan yang diambil menjadi lebih tepat. Jejak publik program ini juga menunjukkan bahwa AGRICHECK telah dikembangkan dalam bentuk prototype fungsional dan diuji secara terbatas sebagai solusi pemantauan lahan dan tanaman.
AGRICHECK diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemantauan lahan, membantu deteksi dini potensi gangguan pada tanaman, serta mendukung pertanian yang lebih modern dan berbasis data. Inovasi ini juga menunjukkan komitmen Kabupaten Ngawi dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung sektor pertanian agar lebih adaptif, efisien, dan berdaya saing.