Ngawi — Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Bappeda menghadirkan Bengkel Dasi (Bengkel Dandan Inovasi) sebagai ruang pembinaan dan pendampingan bagi para inovator daerah untuk menyempurnakan inovasi pelayanan publik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas inovasi sebelum diajukan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB.

Sebelum ada pendampingan melalui Bengkel Dasi, banyak inovasi daerah berpotensi belum tersaji secara maksimal, baik dari sisi substansi, kelengkapan administrasi, maupun kekuatan dampaknya. Padahal, banyak gagasan dan praktik baik di lapangan yang sebenarnya memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Melalui Bengkel Dasi, inovasi-inovasi tersebut tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga dipoles, diperkuat, dan diarahkan agar lebih matang serta siap bersaing di tingkat nasional.
Kegiatan ini menjadi ruang berbagi, mengasah, dan memperkuat kualitas inovasi dengan melibatkan jajaran Bappeda, tim evaluator daerah, serta para inovator dari berbagai unit pelayanan publik di Kabupaten Ngawi. Dengan adanya proses pendampingan ini, inovator memperoleh dukungan untuk memperjelas manfaat inovasi, memperkuat penyajian, dan memastikan bahwa inovasi yang diajukan benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sejumlah inovasi unggulan yang dipersiapkan melalui Bengkel Dasi untuk mewakili Kabupaten Ngawi dalam ajang KIPP 2025 antara lain GEN DAHSAT dari RSUD dr. Soeroto, Pandu Gabut dari Puskesmas Kasreman, SITEGAP MANTAP dari Puskesmas Ngawi, serta PE GASKAN GO dan MONALISA dari Puskesmas Kwadungan. Inovasi-inovasi tersebut mencerminkan beragam solusi pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan, yang lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.
Kepala Bappeda Kabupaten Ngawi menegaskan bahwa kegiatan Bengkel Dasi merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap semangat inovasi di kalangan ASN dan tenaga kesehatan. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap inovasi yang diajukan tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.
Bengkel Dasi membantu meningkatkan kualitas inovasi daerah, memperkuat kesiapan inovator menghadapi ajang penilaian nasional, serta menumbuhkan budaya inovasi yang lebih serius dan berkelanjutan di Kabupaten Ngawi. Inovasi ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mendorong lahirnya ide, tetapi juga hadir untuk membina, memperkuat, dan mengarahkan inovasi agar benar-benar menjadi solusi yang bermanfaat bagi publik.