NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menghadiri agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Bina Desa Sakti (BDS)/Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Acara yang diselenggarakan oleh Universitas Pancasakti (UPS) Tegal ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah untuk mendorong percepatan pembangunan berbasis desa.

Pelaksanaan program KKN BDS 2026 ini berfokus pada penanganan kawasan desa sasaran dengan melibatkan kolaborasi aktif berbagai pihak. Mahasiswa peserta KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perangkat desa, hingga jajaran tokoh masyarakat bahu-membahu menyukseskan rangkaian program kerja yang telah dirancang secara adaptif dan tepat sasaran.
Secara umum, seluruh rangkaian kegiatan KKN berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Program kerja yang direalisasikan oleh para mahasiswa terbukti tidak hanya berorientasi pada pemenuhan tugas akademik, melainkan berfokus pada kebutuhan riil dan optimalisasi potensi lokal desa. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembedayaan ekonomi dan sosial di tingkat tapak.

Kehadiran Bappeda Kabupaten Ngawi dalam kegiatan evaluasi ini memberikan dorongan positif bagi keberlanjutan program. Respons hangat dari pemerintah desa dan warga menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah mampu menghadirkan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan desa secara berkelanjutan.
