Ngawi— Sebagai upaya mempermudah akses layanan kependudukan yang krusial bagi warga seperti e-KTP dan KIA untuk kebutuhan kesehatan, pendidikan, hingga perbankan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ngawi meluncurkan inovasi BU KARINA CEKATAN (Buat E-KTP dan KIA Cetak di Kecamatan). Langkah ini diambil untuk mengatasi beberapa kendala tersebut, di mana masyarakat di daerah pelosok atau pegunungan selama ini terbebani oleh jarak, waktu, dan biaya saat harus mengurus pencetakan dokumen ke kantor pusat. Melalui kehadiran program ini, layanan pencetakan kini didekatkan ke tingkat kecamatan, sehingga masyarakat dapat menikmati proses administrasi yang lebih efisien dan terjangkau.

Sebelum inovasi ini diterapkan, seluruh proses pencetakan e-KTP dan KIA hanya dapat dilakukan di kantor Disdukcapil tingkat kabupaten yang mengharuskan warga dari berbagai kecamatan datang langsung ke pusat layanan. Keterbatasan waktu, antrian panjang, serta jarak tempuh yang jauh kerap membuat masyarakat kesulitan, bahkan enggan mengurus dokumen kependudukan penting mereka. Namun, pasca implementasi inovasi BU KARINA CEKATAN, pola pelayanan telah bertransformasi secara signifikan dengan mendesentralisasikan proses pencetakan langsung ke kantor kecamatan. Berkat penempatan petugas serta dukungan perangkat cetak di tingkat kecamatan, kini masyarakat dapat menikmati layanan yang jauh lebih praktis, efisien, dan mudah diakses tanpa harus pergi ke pusat kabupaten.
Inovasi BU KARINA CEKATAN hadir sebagai solusi cerdas bagi masyarakat Kabupaten Ngawi untuk mendapatkan layanan administrasi kependudukan yang lebih praktis, murah, dan transparan langsung di tingkat kecamatan. Dengan mendekatkan akses pencetakan e-KTP dan KIA, warga kini tidak perlu lagi membuang waktu dan biaya perjalanan jauh ke kantor Disdukcapil pusat, yang sekaligus menutup celah bagi praktik percaloan dalam pengurusan dokumen. Transformasi layanan proaktif ini tidak hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga secara signifikan membantu pemerintah daerah dalam membangun database kependudukan yang lebih akurat dan komprehensif, sehingga berbagai program pembangunan serta penyaluran bantuan sosial ke depannya dapat dirancang dengan jauh lebih tepat sasaran bagi seluruh lapisan warga.