SADARI Perkuat Budaya Sadar Risiko ASN, Inspektorat Ngawi Dorong Tata Kelola Lebih Akuntabel

Ngawi – Inspektorat Kabupaten Ngawi menghadirkan inovasi bertajuk SADARI (Sadar Risiko Mandiri) sebagai upaya memperkuat budaya sadar risiko di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Program ini diluncurkan sebagai tindak lanjut implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan manajemen risiko sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 serta Peraturan Bupati Ngawi Nomor 95 Tahun 2022. Melalui inovasi ini, pemerintah daerah berupaya mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada mitigasi risiko.

Latar belakang hadirnya SADARI tidak lepas dari masih rendahnya pemahaman ASN terhadap pentingnya manajemen risiko dalam pengambilan keputusan. Selama ini, sosialisasi yang dilakukan masih bersifat konvensional, terbatas pada rapat atau dokumen tertulis yang kurang menarik dan tidak menjangkau seluruh ASN. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya penerapan SPIP serta minimnya deteksi dini terhadap potensi risiko dalam pelaksanaan program pemerintah.

Sebagai solusi, Inspektorat Ngawi menghadirkan pendekatan baru melalui digitalisasi sosialisasi dalam bentuk videografis animasi yang interaktif dan mudah dipahami. Proses pengembangan SADARI diawali dengan penyebaran kuesioner kepada ASN untuk mengukur tingkat pemahaman awal terkait risiko. Hasil survei tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan konsep, tema, serta gaya penyajian video agar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan risiko, pentingnya manajemen risiko, hingga contoh penerapan di lingkungan kerja.

Videografis SADARI selanjutnya dipublikasikan melalui website resmi dan media sosial Inspektorat Kabupaten Ngawi, sehingga dapat diakses kapan saja dan oleh seluruh ASN tanpa batasan. Program ini juga dilengkapi dengan mekanisme evaluasi melalui survei lanjutan dan monitoring tingkat pemahaman ASN. Selain meningkatkan jangkauan sosialisasi, pendekatan digital ini dinilai lebih efisien dari sisi waktu dan biaya serta mudah diperbarui sesuai perkembangan kebijakan.

Melalui inovasi SADARI, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap dapat membangun budaya sadar risiko yang berkelanjutan di setiap organisasi perangkat daerah. Program ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan, memperkuat manajemen risiko, serta mendorong ASN untuk lebih proaktif dalam mengidentifikasi dan mengelola potensi risiko sejak dini. Dengan demikian, tujuan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan profesional dapat tercapai secara optimal.

Scroll to Top