Ngawi – Pemerintah Desa Karangasri, Kabupaten Ngawi bersama Puskesmas setempat meluncurkan inovasi Gerakan SRI SRENI (Satu Hati Satu Protein Hewani) sebagai upaya menekan angka stunting di wilayah tersebut. Program ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya kasus stunting, di mana pada awal 2023 tercatat 54 dari 465 balita mengalami stunting. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk bersatu mencari solusi yang konkret dan berkelanjutan.

Gerakan SRI SRENI menjadi wujud komitmen bersama lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, PLKB, tokoh masyarakat, hingga pihak swasta dan aparat keamanan. Tidak hanya itu, orang tua balita dan ibu hamil juga dilibatkan secara aktif dalam program ini. Melalui kolaborasi tersebut, seluruh elemen desa didorong untuk memastikan pemenuhan asupan protein hewani bagi balita dan ibu hamil, khususnya yang mengalami kondisi stunting dan kekurangan energi kronis (KEK).
Salah satu keunggulan utama program ini adalah pendekatan sosial melalui slogan “Satu Hati Satu Protein Hewani” yang mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat. Program ini juga mengusung sistem distribusi protein hewani secara rutin berbasis donasi komunitas, sehingga kebutuhan gizi sasaran dapat terpenuhi setiap hari. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, gerakan ini mampu berjalan secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan eksternal.
Selain itu, Gerakan SRI SRENI juga merupakan hasil dari proses partisipatif melalui forum desa dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). Keputusan program diambil berdasarkan kondisi nyata di lapangan, sehingga implementasinya lebih tepat sasaran. Peran kader kesehatan dan Tim Penggerak PKK menjadi kunci dalam pelaksanaan, mulai dari pendataan hingga distribusi bantuan gizi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui gerakan ini, diharapkan angka stunting di Desa Karangasri dapat terus menurun, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi protein hewani. Program ini juga diharapkan mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, serta menjadi contoh inovasi berbasis komunitas yang dapat direplikasi di desa lain.