ewat PROLIGA UTAMA, Ngawi Perkuat Peran Keluarga dalam Gerakan Literasi
Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menghadirkan inovasi PROLIGA UTAMA (Program Literasi Keluarga untuk Kesejahteraan Masyarakat) sebagai bagian dari upaya mendukung Asta Cipta, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di bidang pendidikan, literasi, serta pemberdayaan masyarakat secara inklusif.

Program ini mulai dilaksanakan pada 1 Januari 2025, dilatarbelakangi oleh masih rendahnya minat baca masyarakat di Kabupaten Ngawi. Selain itu, keluarga belum berperan optimal sebagai agen perubahan dalam menumbuhkan budaya membaca, ditambah dengan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin mengurangi kedekatan emosional dalam keluarga maupun lingkungan sosial.
Melalui PROLIGA UTAMA, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi menerapkan pendekatan literasi berbasis keluarga dengan memanfaatkan perpustakaan desa sebagai pusat kegiatan. Program ini diawali dengan pilot project di enam desa/kelurahan, yaitu Desa Ngawi, Desa Watualang, Desa Beran, Desa Cangakan, Desa Paras, dan Kelurahan Margomulyo, sebagai upaya memberikan stimulus agar kegiatan literasi dapat terus berkembang dan berkelanjutan.
Tujuan inovasi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi dan bahan bacaan bagi keluarga. Adapun manfaat yang diharapkan, masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman baru, serta mampu mengaplikasikannya dalam bentuk produktivitas di berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, peternakan, hingga seni dan budaya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan kesadaran minat baca masyarakat. Melalui akses bahan bacaan yang lebih mudah, masyarakat mampu mengembangkan pengetahuan, kreativitas, serta inovasi yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga PROLIGA UTAMA menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat Ngawi yang lebih sejahtera dan berdaya saing.