RUMAH SUSU Hadirkan Inovasi Olahan Susu Higienis dan Bernilai Jual Tinggi

Ngawi – Inovasi RUMAH SUSU hadir sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan susu sapi perah menjadi produk bernilai tambah. Program ini mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjual susu segar, tetapi juga mengolahnya menjadi susu aneka rasa yang lebih menarik dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Dengan memanfaatkan potensi lokal, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor pengolahan pangan.

Proses pembuatan susu aneka rasa dalam program RUMAH SUSU tergolong sederhana dan dapat dilakukan oleh masyarakat secara mandiri. Susu sapi segar dicampurkan dengan perisa makanan seperti cokelat atau stroberi yang telah dilarutkan dengan air, kemudian diaduk hingga merata. Untuk menambah cita rasa, dapat ditambahkan sedikit gula sesuai selera. Tahapan ini menjadi langkah awal dalam menciptakan produk susu yang lebih variatif dan diminati oleh berbagai kalangan, khususnya anak-anak dan remaja.

Selain itu, aspek higienitas menjadi perhatian utama dalam proses pengolahan. Sebelum pemerahan, ambing sapi harus dibersihkan dan dikeringkan untuk mencegah kontaminasi. Peralatan yang digunakan juga harus dalam kondisi bersih dan steril. Setelah pencampuran rasa, susu kemudian melalui proses pasteurisasi dengan cara dipanaskan pada suhu sekitar 72°C selama 15 detik atau hingga muncul buih di bagian pinggir susu. Proses ini bertujuan untuk membunuh bakteri berbahaya sehingga menghasilkan susu yang aman dikonsumsi.

Tahapan selanjutnya adalah pendinginan dan pengemasan. Susu yang telah dipasteurisasi didinginkan hingga mencapai suhu yang aman, kemudian disaring untuk memastikan tidak ada kotoran yang tersisa. Setelah itu, susu dikemas dalam botol dengan ukuran tertentu dan disegel secara rapat. Proses penyimpanan dilakukan di dalam pendingin agar kualitas susu tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

Melalui inovasi RUMAH SUSU, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan dalam pengolahan susu, tetapi juga peluang ekonomi yang berkelanjutan. Produk susu aneka rasa yang dihasilkan memiliki potensi pasar yang luas dan dapat dikembangkan menjadi usaha skala rumah tangga maupun UMKM. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan nilai tambah produk lokal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Scroll to Top