Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan publik, salah satunya melalui program LANTIH (Layanan Trantib Tangguh) yang dikembangkan di Kecamatan Padas. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas berbagai tantangan dalam menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat (trantib), khususnya dalam hal kecepatan dan efektivitas respons terhadap kejadian darurat seperti kriminalitas, kecelakaan, maupun bencana.

Selama ini, keterbatasan sistem komunikasi dan koordinasi antarinstansi menjadi kendala utama dalam penanganan gangguan trantib. Menyikapi hal tersebut, LANTIH dirancang sebagai sistem terpadu yang mengedepankan kolaborasi antara berbagai pihak, seperti aparat kecamatan, kepolisian, TNI, serta unsur masyarakat. Program ini juga memanfaatkan teknologi modern melalui sistem pelaporan berbasis web dan mobile yang memudahkan masyarakat menyampaikan laporan secara cepat dan akurat.
Selain itu, LANTIH dilengkapi dengan Unit Reaksi Cepat (URC) yang siaga selama 24 jam untuk merespons setiap laporan masyarakat. Kehadiran pusat informasi trantib juga memungkinkan masyarakat mengakses data dan perkembangan penanganan kasus secara transparan. Tidak hanya fokus pada penanganan, program ini juga menekankan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Pelaksanaan LANTIH dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan, pembentukan tim, hingga peluncuran dan evaluasi program secara berkala. Keberhasilan inovasi ini diukur dari berbagai indikator, seperti penurunan angka pelanggaran, kecepatan respons petugas, tingkat partisipasi masyarakat, serta meningkatnya kepuasan publik terhadap layanan trantib.
Melalui inovasi ini, Kecamatan Padas berharap mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertib, dan kondusif. LANTIH tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan ketertiban, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dengan sinergi antarinstansi dan partisipasi aktif masyarakat, program ini diharapkan menjadi contoh nyata pelayanan publik yang responsif, transparan, dan berkelanjutan di tingkat kecamatan.