Ngawi – Dalam upaya meningkatkan kualitas penanganan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), khususnya dalam memastikan kepatuhan pengobatan, Puskesmas Kwadungan menghadirkan inovasi berbasis digital dengan nama MONALISA (Monitoring Minum Obat Plus Efek Samping Secara Online pada Pasien ODGJ). Inovasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kekambuhan pada pasien ODGJ yang disebabkan oleh ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat secara rutin. Selain itu, pemantauan efek samping obat yang masih terbatas serta kurangnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pengobatan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemulihan pasien. Padahal, keteraturan minum obat merupakan faktor utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan dan kualitas hidup pasien ODGJ.

Melalui MONALISA, pendekatan penanganan kesehatan jiwa dilakukan secara lebih modern dan partisipatif dengan memanfaatkan teknologi digital yang mudah diakses. Program ini menggunakan platform berbasis Google, seperti Google Form dan Google Spreadsheet yang terintegrasi dalam sebuah website, sehingga memungkinkan proses monitoring dilakukan secara real time oleh kader kesehatan dan dipantau langsung oleh tenaga kesehatan di Puskesmas.
Pelaksanaan inovasi diawali dengan pembinaan kader kesehatan jiwa oleh tim lintas profesi yang terdiri dari dokter, perawat, dan apoteker. Kader diberikan pemahaman terkait jenis gangguan jiwa, pengobatan, efek samping obat, serta peran sebagai Pengawas Minum Obat (PMO). Selain itu, kader juga dilatih untuk menggunakan sistem MONALISA sebagai alat pemantauan digital. Setelah mendapatkan pelatihan, kader kesehatan jiwa secara aktif melakukan kunjungan ke rumah pasien ODGJ. Dalam kunjungan tersebut, kader memantau kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat, mengecek ketersediaan obat, serta mengidentifikasi kemungkinan efek samping yang dialami pasien. Seluruh hasil pemantauan kemudian diinput ke dalam sistem MONALISA melalui perangkat digital, sehingga data dapat langsung diakses dan dianalisis oleh petugas Puskesmas.
Keunggulan dari inovasi ini terletak pada sistemnya yang sederhana namun efektif, serta mampu mengintegrasikan peran tenaga kesehatan dan masyarakat dalam satu sistem pemantauan yang berkelanjutan. Selain itu, pengembangan terbaru pada tahun 2024 juga telah menambahkan fitur keamanan berupa password untuk menjaga kerahasiaan data pasien. Sejak diterapkan, MONALISA memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien ODGJ. Hal ini berkontribusi pada penurunan angka kekambuhan, peningkatan kualitas hidup pasien, serta perubahan stigma masyarakat yang mulai lebih menerima keberadaan ODGJ. Bahkan, beberapa pasien yang sebelumnya mengalami keterbatasan dalam aktivitas sosial kini mulai dapat kembali beraktivitas dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
MONALISA merupakan bentuk nyata transformasi pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas yang mengedepankan kolaborasi, pemberdayaan, dan pemanfaatan teknologi sederhana. Program ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, pasien ODGJ tidak hanya dapat pulih, tetapi juga memiliki kesempatan untuk hidup lebih mandiri dan produktif. Ke depan, inovasi MONALISA diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai wilayah sebagai solusi efektif dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien ODGJ serta mendukung terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan peduli terhadap kesehatan jiwa.