Ngawi – Upaya percepatan penurunan angka Stunting terus diperkuat melalui inovasi layanan kesehatan berbasis data. Salah satunya dilakukan melalui program RANTING BERSEMI (Rujukan Balita Stunting dan Weight Faltering Berjenjang di Semua Lini) yang dikembangkan untuk mempermudah dan mempercepat penanganan balita dengan gangguan pertumbuhan. Program ini hadir sebagai solusi atas kendala yang selama ini terjadi dalam sistem rujukan balita. Sebelumnya, proses rujukan cenderung tidak terjadwal dan sangat bergantung pada inisiatif keluarga. Akibatnya, banyak balita dengan gangguan pertumbuhan terlambat mendapatkan penanganan, sehingga berisiko berkembang menjadi stunting.

Melalui inovasi RANTING BERSEMI, sistem rujukan diubah menjadi lebih terstruktur dan berbasis data. Penentuan sasaran balita dilakukan berdasarkan hasil penimbangan di posyandu yang kemudian diintegrasikan dengan data dari aplikasi Sigizi Terpadu Kementerian Kesehatan. Data tersebut digunakan untuk menyusun daftar balita prioritas yang akan dirujuk secara terjadwal. Untuk meningkatkan efisiensi layanan, balita yang akan dirujuk telah didaftarkan terlebih dahulu pada H-1, sehingga saat hari pelayanan tidak terjadi antrean panjang. Jadwal rujukan juga diatur secara bergiliran per desa, sehingga pelayanan menjadi lebih efektif meskipun dengan keterbatasan tenaga kesehatan. Pelayanan rujukan dilakukan secara terpadu dalam satu waktu dan tempat. Balita akan melalui serangkaian pemeriksaan mulai dari pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi, konsultasi dengan petugas gizi, pemeriksaan kesehatan gigi, hingga pemeriksaan oleh dokter umum untuk menentukan intervensi lanjutan. Keunggulan lain dari inovasi ini adalah integrasi skrining penyakit penyerta, khususnya Tuberkulosis. Setiap balita yang mengalami perlambatan pertumbuhan akan menjalani pemeriksaan mantoux test untuk mendeteksi kemungkinan infeksi TBC. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi positif, balita akan segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sejak diterapkan pada Maret 2023, RANTING BERSEMI menunjukkan dampak positif dalam sistem pelayanan kesehatan balita. Proses penanganan menjadi lebih cepat karena sasaran telah teridentifikasi secara jelas dan terjadwal. Selain itu, deteksi dini terhadap penyebab gangguan pertumbuhan juga semakin optimal, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih tepat sasaran. Bagi keluarga, inovasi ini memberikan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan pemahaman tentang kondisi pertumbuhan anak. Pendampingan yang berkelanjutan juga membantu keluarga dalam menjalani proses perawatan dan pemulihan balita. Sementara itu, bagi fasilitas kesehatan, sistem ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas pelayanan karena seluruh proses dilakukan secara terintegrasi. Dengan mengumpulkan sasaran dalam satu waktu, tenaga kesehatan dapat bekerja lebih efisien tanpa mengurangi kualitas layanan.
Dalam jangka panjang, inovasi ini diharapkan mampu menekan angka stunting hingga mencapai target nasional, sekaligus mencegah balita dengan gangguan pertumbuhan berkembang menjadi kasus yang lebih berat. RANTING BERSEMI menjadi bukti bahwa penguatan sistem rujukan berbasis data dan terjadwal mampu memberikan dampak signifikan dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan anak. Dengan pendekatan terpadu dan kolaboratif, pelayanan kesehatan kini semakin dekat, cepat, dan tepat sasaran bagi masyarakat.