Gerak Cepat Tanpa Nanti: KEPITING GERCEP Tangani Stunting

Ngawi – Upaya percepatan penurunan stunting terus dilakukan melalui berbagai inovasi di tingkat pelayanan dasar. Salah satunya adalah program KEPITING GERCEP (Kelompok Peduli Stunting dengan Gerak Cepat) yang diinisiasi oleh Puskesmas Karanganyar, Kabupaten Ngawi. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas masih ditemukannya balita stunting, gangguan gizi, serta ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) yang belum tertangani secara optimal. Program ini menyasar balita dengan berat badan tidak naik selama dua bulan berturut-turut, balita stunting, serta ibu hamil KEK di wilayah Kecamatan Karanganyar. Dengan pendekatan terpadu dan proaktif, KEPITING GERCEP bertujuan menurunkan angka stunting melalui deteksi dini, penanganan cepat, serta pencegahan munculnya kasus baru. Permasalahan stunting sendiri masih menjadi tantangan besar, baik di tingkat nasional maupun daerah. Kurangnya asupan gizi dalam jangka panjang, infeksi berulang, serta kondisi lingkungan yang kurang sehat menjadi faktor utama penyebabnya. Di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar, ditemukan bahwa penanganan kasus masih bersifat parsial, pemeriksaan dilakukan terpisah antarprogram, serta belum adanya sistem pemantauan terintegrasi.

Melalui KEPITING GERCEP, pendekatan tersebut diubah secara signifikan. Tim lintas tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter umum, dokter gigi, tenaga gizi, program kesehatan anak, promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, hingga program TBC, bekerja bersama dalam satu waktu dan lokasi untuk melakukan pemeriksaan terpadu. Kegiatan ini dilaksanakan di tujuh desa dengan jadwal yang telah disepakati bersama. Dalam satu kunjungan, balita akan diperiksa secara menyeluruh mulai dari status gizi, tumbuh kembang, kesehatan gigi, hingga faktor lingkungan yang memengaruhi kesehatan. Sementara itu, ibu hamil KEK mendapatkan pemeriksaan status gizi, pengukuran lingkar lengan atas (LILA), edukasi, serta intervensi berupa dukungan nutrisi. Jika ditemukan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan lanjutan, peserta langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Sebelum inovasi ini berjalan, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara terpisah dan tidak terkoordinasi, sehingga penanganan sering kali terlambat dan tidak menyeluruh. Namun setelah KEPITING GERCEP diterapkan, seluruh layanan terintegrasi dalam satu sistem, dilengkapi dengan database yang memudahkan pemantauan perkembangan peserta secara berkala. Dampak dari program ini mulai terlihat dari meningkatnya kualitas pemantauan dan penanganan kasus. Balita dengan gangguan gizi menunjukkan perbaikan berat badan, balita stunting mengalami peningkatan tinggi badan, serta ibu hamil KEK mengalami peningkatan status gizi. Selain itu, penanganan yang lebih cepat dan tepat juga berkontribusi pada penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Program ini juga didukung dengan monitoring dan evaluasi berkala serta pengumpulan umpan balik dari masyarakat dan tenaga kesehatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif dan terus mengalami perbaikan. Dengan mengusung konsep pelayanan terpadu dan gerak cepat, KEPITING GERCEP menjadi inovasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ke depan, program ini diharapkan dapat menjadi model dalam penanganan stunting yang efektif, sekaligus mendorong terciptanya generasi yang lebih sehat dan berkualitas di Kabupaten Ngawi.

Scroll to Top