Ngawi – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak terus diperkuat melalui inovasi layanan terpadu. RSUD dr. Soeroto Ngawi menghadirkan program “PELITA KUMBANG” (Pelayanan Terintegrasi Pada Anak untuk Mencapai Tumbuh Kembang Optimal) sebagai langkah strategis dalam mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan, khususnya yang selaras dengan tujuan SDGs poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. Program ini dirancang sebagai layanan komprehensif berbasis promotif dan preventif, yang mengintegrasikan berbagai aspek kesehatan anak sejak usia bayi hingga balita. Melalui PELITA KUMBANG, anak mendapatkan pelayanan menyeluruh mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, evaluasi status gizi, imunisasi, hingga edukasi bagi orang tua dan pengasuh.

Inovasi ini lahir dari tingginya tantangan kesehatan anak, khususnya terkait masalah gizi dan tumbuh kembang. Data menunjukkan masih adanya kasus stunting, wasting, dan underweight di Kabupaten Ngawi. Selain itu, gangguan perkembangan seperti keterlambatan bicara dan motorik juga menjadi perhatian serius. Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan yang lebih terintegrasi dan sistematis dalam deteksi serta penanganan sejak dini. Melalui program ini, pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan dengan memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta metode Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Dengan pendekatan ini, tenaga kesehatan dapat lebih cepat mengidentifikasi potensi gangguan kesehatan maupun perkembangan anak, sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat waktu.
Tidak hanya berfokus pada aspek medis, PELITA KUMBANG juga menitikberatkan pada peningkatan peran orang tua. Edukasi mengenai pemberian ASI eksklusif, pengenalan MP-ASI yang tepat, pentingnya imunisasi, serta pola pengasuhan yang mendukung perkembangan anak menjadi bagian penting dalam program ini. Keunggulan lain dari inovasi ini adalah kolaborasi lintas sektor dan lintas profesi. RSUD dr. Soeroto bekerja sama dengan puskesmas, kader posyandu, serta melibatkan berbagai tenaga ahli seperti dokter spesialis THT, dokter mata, dokter jiwa, dokter rehabilitasi medik, psikolog, ahli gizi, hingga terapis okupasi dan wicara. Kolaborasi ini memastikan setiap anak mendapatkan layanan yang holistik sesuai kebutuhannya. Pendekatan jemput bola juga menjadi ciri khas program ini. Tim kesehatan secara langsung mendatangi wilayah binaan seperti Puskesmas Paron dan Kasreman untuk melakukan skrining, pemeriksaan fisik, serta evaluasi kondisi anak. Langkah ini dinilai efektif dalam menjangkau anak-anak yang berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang, sekaligus meningkatkan akses layanan kesehatan di masyarakat.
Dengan hadirnya PELITA KUMBANG, diharapkan deteksi dini terhadap masalah kesehatan dan perkembangan anak dapat dilakukan lebih optimal, sehingga risiko stunting dan gangguan tumbuh kembang dapat ditekan sejak awal. Inovasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas generasi masa depan melalui intervensi yang tepat, terpadu, dan berkelanjutan. RSUD dr. Soeroto Ngawi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat sejak usia dini.