Ngawi – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi, penguatan pendidikan karakter dan spiritual menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Menjawab tantangan tersebut, SMP Negeri 1 Sine, Kabupaten Ngawi, menghadirkan inovasi KAJI SPENTUSI (Kamis Mengaji SMPN 1 Sine) sebagai upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.

Inovasi ini lahir dari kesadaran bahwa pembinaan keagamaan di sekolah selama ini masih terbatas pada pembelajaran formal di dalam kelas. Padahal, pembentukan karakter religius membutuhkan pembiasaan yang konsisten dan terstruktur. Melalui program Kamis Mengaji, sekolah menghadirkan ruang bagi siswa untuk belajar, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai keislaman secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
KAJI SPENTUSI dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Seluruh siswa muslim mengikuti kegiatan mengaji bersama yang dibagi berdasarkan tingkat kemampuan, mulai dari pemula hingga mahir. Kegiatan ini dipandu oleh guru Pendidikan Agama Islam dan wali kelas, dengan materi yang meliputi tartil, tajwid, hafalan surat pendek, hingga pemahaman sederhana terhadap isi Al-Qur’an.
Tidak hanya itu, kegiatan juga dilengkapi dengan kultum singkat yang disampaikan oleh guru maupun siswa. Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian, kemampuan berbicara, serta memperdalam pemahaman nilai-nilai keagamaan secara kontekstual.
Keunggulan dari inovasi ini terletak pada kesederhanaan dan kemudahan pelaksanaannya. Program ini tidak memerlukan sarana yang kompleks, namun mampu memberikan dampak yang besar dalam pembentukan karakter siswa. Selain itu, pendekatan berbasis pembiasaan menjadikan kegiatan ini lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius secara berkelanjutan.
Dampak dari implementasi KAJI SPENTUSI mulai terlihat secara nyata. Kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an mengalami peningkatan, begitu pula dengan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran beribadah. Lingkungan sekolah pun menjadi lebih religius dan kondusif, mendukung terciptanya suasana belajar yang positif.
Bagi sekolah, inovasi ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang seimbang antara aspek intelektual dan spiritual. Sementara itu, bagi daerah, program ini turut mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter di Kabupaten Ngawi.
Jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, perubahan yang terjadi cukup signifikan. Dulu, kegiatan keagamaan belum terstruktur dan belum menjadi budaya sekolah. Kini, melalui KAJI SPENTUSI, kegiatan mengaji menjadi rutinitas yang dinanti dan dijalankan dengan penuh antusias oleh siswa.
Program ini juga memiliki potensi besar untuk direplikasi di sekolah lain. Dengan konsep yang fleksibel dan mudah diterapkan, KAJI SPENTUSI dapat diadopsi sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah, baik dari segi jumlah siswa, tenaga pengajar, maupun fasilitas yang tersedia.
Sebagai indikator keberhasilan, peningkatan jumlah siswa yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik menjadi salah satu tolok ukur utama. Selain itu, perubahan perilaku siswa yang lebih religius serta keterlibatan aktif guru dan orang tua menjadi bukti nyata keberhasilan program ini.
Melalui inovasi KAJI SPENTUSI, SMPN 1 Sine menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pendidikan yang holistik. Program ini menjadi bukti bahwa pembentukan karakter tidak harus melalui cara yang kompleks, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Ke depan, inovasi ini diharapkan terus berkembang dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas dalam membangun generasi muda yang beriman, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.