Ngawi – Sampah plastik menjadi masalah yang semakin terasa di berbagai lingkungan, termasuk sekolah. Melihat kondisi tersebut, SMPN 3 Kendal meluncurkan sebuah gerakan kreatif bernama ERTIGA PLASTIK (Reduce, Reuse, Recycle), sebuah inovasi yang mengajak seluruh warga sekolah untuk mengurangi, memanfaatkan ulang, dan mendaur ulang sampah plastik dalam aktivitas sehari-hari.

Program ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya sampah plastik yang berasal dari aktivitas siswa, seperti botol air mineral sekali pakai, kemasan jajanan, hingga kantong plastik. Alih-alih membiarkan sampah menumpuk, sekolah memilih mengubahnya menjadi gerakan terpadu yang mendidik, kreatif, dan berkelanjutan.
ERTIGA PLASTIK terdiri dari tiga tahap besar. Pertama, Reduce yaitu mengurangi penggunaan plastik melalui edukasi dan perubahan kebiasaan. Siswa didorong membawa botol minum dan wadah makan dari rumah, serta membatasi pembelian jajanan berkemasan plastik. Sekolah juga menyediakan dispenser air isi ulang untuk mendukung kebiasaan baru ini.
Tahap kedua adalah Reuse yang mengajak siswa dan guru memanfaatkan kembali sampah plastik menjadi barang berguna. Botol bekas diubah menjadi pot bunga, tempat pensil, hingga dekorasi ruang kelas. Kegiatan ini terintegrasi dengan pelajaran IPA, Prakarya, dan Seni Budaya sehingga pembelajaran terasa lebih kontekstual dan menyenangkan.
Tahap ketiga adalah Recycle di mana siswa dilatih membuat produk daur ulang dalam kelompok. Sekolah bekerja sama dengan bank sampah dan komunitas lingkungan untuk pendampingan, penyaluran sampah, hingga pelatihan pembuatan produk daur ulang. Setiap bulan, sekolah juga mengadakan “Hari Tanpa Sampah Plastik” dan lomba kreativitas daur ulang untuk mendorong semangat inovasi.
Inovasi ini tidak hanya berhasil menurunkan volume sampah plastik di lingkungan sekolah, tetapi juga membawa perubahan besar dalam budaya siswa. Anak-anak yang awalnya terbiasa membuang plastik sembarangan mulai disiplin membawa wadah sendiri, memilah sampah, dan menjaga kebersihan kelas. Sekolah pun terlihat lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Keunikan ERTIGA PLASTIK tidak hanya terletak pada teknik pengelolaan sampahnya, tetapi juga transformasi budaya yang tercipta. Program ini mengintegrasikan edukasi lingkungan ke dalam pembelajaran formal, membangun kebiasaan baru melalui fasilitas yang memadai, serta melibatkan orang tua, masyarakat, dan komunitas lingkungan. Bahkan, bank sampah sekolah kini menjadi pusat pengelolaan sampah terarah sekaligus sarana belajar siswa.
Hasil program ini sangat terlihat. Volume sampah plastik menurun hingga 60 persen, banyak produk kerajinan tercipta dari tangan siswa, dan suasana sekolah berubah menjadi lebih hijau dan produktif. Kegiatan ini juga memperkuat karakter peserta didik, mulai dari tanggung jawab, gotong royong, kreativitas, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui ERTIGA PLASTIK, SMPN 3 Kendal menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil dan konsisten. Dengan melibatkan seluruh warga sekolah, inovasi ini tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga membentuk generasi yang lebih peduli, kreatif, dan berwawasan lingkungan. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam membangun budaya ramah lingkungan yang berkelanjutan.