Ngawi – RSUD Geneng Kabupaten Ngawi terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Salah satu terobosan terbaru yang dihadirkan adalah program SEPATU PUCAT (Senam Nifas Bantu Pulih Cepat), sebuah layanan pemulihan terintegrasi bagi ibu pasca melahirkan yang menitikberatkan pada aspek fisik dan psikologis. Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya perhatian terhadap kondisi ibu setelah persalinan. Selama ini, fokus pelayanan seringkali lebih tertuju pada bayi, sementara ibu yang baru melahirkan juga menghadapi berbagai risiko kesehatan, mulai dari luka pasca persalinan, infeksi, hingga gangguan psikologis seperti baby blues. Padahal, masa nifas merupakan periode krusial yang menentukan kualitas kesehatan ibu ke depan.

SEPATU PUCAT hadir sebagai solusi dengan menghadirkan senam nifas terstruktur yang mulai dilakukan sejak dini, yakni 6 jam setelah persalinan normal dan 8 jam setelah operasi caesar. Senam ini bertujuan untuk membantu pemulihan otot-otot tubuh, memperlancar sirkulasi darah, serta mempercepat penurunan tinggi fundus uteri. Direktur RSUD Geneng menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga pada pemulihan menyeluruh yang mencakup kesehatan fisik dan mental ibu.
Dalam pelaksanaannya, senam nifas dilakukan dengan bimbingan tenaga kesehatan terlatih di ruang nifas. Ibu akan diberikan edukasi mengenai manfaat dan cara melakukan gerakan yang aman. Selain itu, rumah sakit juga menyediakan panduan lengkap berupa buku saku, leaflet, serta video tutorial yang dapat digunakan pasien untuk melanjutkan latihan secara mandiri di rumah Keunggulan SEPATU PUCAT terletak pada pendekatannya yang holistik dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya dilakukan saat pasien dirawat di rumah sakit, tetapi juga dilanjutkan melalui pemantauan saat kunjungan kontrol. Hal ini memastikan bahwa proses pemulihan ibu berjalan optimal. Selain itu, inovasi ini juga dinilai mampu menurunkan risiko komplikasi pasca melahirkan, seperti perdarahan dan infeksi, serta meningkatkan kualitas hidup ibu secara keseluruhan. Dengan adanya edukasi yang sistematis dan panduan yang mudah dipahami, ibu didorong untuk lebih mandiri dalam menjaga kesehatannya.
RSUD Geneng berharap program SEPATU PUCAT dapat menjadi contoh inovasi pelayanan kesehatan ibu yang tidak hanya berorientasi pada penyembuhan, tetapi juga pada pencegahan dan peningkatan kualitas hidup. Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat direplikasi di fasilitas kesehatan lain sebagai upaya bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia.