Ngawi – SMPN 3 Sine menghadirkan inovasi berbasis lingkungan bertajuk PETANLINGSA (Pemanfaatan Lahan Lingkungan Sekolah) sebagai upaya optimalisasi potensi alam sekaligus penguatan pendidikan karakter siswa. Berlokasi di lereng Gunung Lawu yang memiliki kondisi tanah subur dan ketersediaan air melimpah, sekolah ini memanfaatkan peluang tersebut untuk mengubah lahan kosong menjadi area hijau produktif yang bernilai edukatif dan ekonomis.

Program PETANLINGSA dilatarbelakangi oleh masih belum optimalnya pemanfaatan lahan sekolah serta rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis praktik lingkungan. Sebelum adanya inovasi ini, lahan kosong cenderung terbengkalai dan pembelajaran pertanian hanya bersifat teoritis. Melalui PETANLINGSA, SMPN 3 Sine menghadirkan perubahan nyata dengan mengintegrasikan kegiatan bercocok tanam ke dalam proses pembelajaran kontekstual.
Dalam implementasinya, siswa secara aktif dilibatkan dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi lahan, pengolahan tanah, pemilihan jenis tanaman, penanaman, hingga perawatan dan panen. Tanaman yang dibudidayakan meliputi sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, dan tomat, serta tanaman hias seperti krisan dan celosia. Kegiatan ini tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi media pembelajaran langsung yang terintegrasi dengan mata pelajaran serta Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Keunggulan PETANLINGSA terletak pada pendekatannya yang menyeluruh, menggabungkan aspek pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan dalam satu program berkelanjutan. Selain menciptakan lingkungan sekolah yang hijau dan sehat, program ini juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui pemanfaatan hasil panen. Sebagian hasil digunakan untuk konsumsi bersama, sementara sisanya dapat dijual untuk menambah kas sekolah.
Dari sisi karakter, inovasi ini terbukti mampu menumbuhkan sikap tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian lingkungan pada siswa. Sistem kerja bergilir yang diterapkan memastikan seluruh siswa terlibat aktif, sehingga pengalaman belajar menjadi merata dan bermakna. Tidak hanya itu, keterlibatan guru, tenaga kependidikan, serta dukungan orang tua dan komite sekolah semakin memperkuat keberhasilan program ini.
Hasil dari implementasi PETANLINGSA menunjukkan dampak yang signifikan, baik secara lingkungan maupun pendidikan. Sekolah kini memiliki area hijau yang produktif, siswa memiliki keterampilan praktis dalam bercocok tanam, serta terbentuk budaya peduli lingkungan di kalangan warga sekolah. Inovasi ini juga menjadi contoh nyata bahwa pembelajaran tidak harus terbatas di dalam kelas, melainkan dapat dikembangkan melalui aktivitas nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.Dengan keberhasilan tersebut, PETANLINGSA diharapkan dapat menjadi model inovasi yang dapat direplikasi oleh sekolah lain, khususnya dalam mendukung pendidikan berbasis lingkungan dan penguatan karakter siswa. SMPN 3 Sine membuktikan bahwa pemanfaatan potensi lokal secara kreatif mampu memberikan dampak besar dalam menciptakan generasi yang peduli, mandiri, dan berdaya saing.